FEM Indonesia, Tangerang – Kehadiran Indonesia Design District (IDD) PIK2 di ajang bergengsi Salone del Mobile Milano 2026 menjadi langkah strategis yang menegaskan posisi Indonesia dalam percakapan desain global.
Melalui IDD Pavilion bertema House of Indonesia, IDD PIK2 menampilkan lebih dari sekadar produk. Paviliun ini menghadirkan narasi mengenai ekosistem desain Indonesia yang terintegrasi, menampilkan karya-karya terkurasi yang merepresentasikan keberagaman kreativitas nasional, mulai dari eksplorasi material hingga kekuatan konsep.
Partisipasi tersebut mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. IDD Pavilion menjadi titik temu pelaku industri dunia dan membuka ruang dialog strategis serta peluang kolaborasi lintas negara.
Sejumlah pertemuan penting berlangsung di Milan, di antaranya dengan Prof. Andreas dari University of Bologna, Johan Lubbe Baker dari Benelux Indonesia Association Belgia, hingga jajaran diplomatik Indonesia di Italia.
Paviliun IDD juga dikunjungi Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, bersama tim Kedutaan Besar RI di Italia. Kunjungan ini dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap kiprah Indonesia di panggung desain dunia.
Salah satu hasil penting dari partisipasi tersebut adalah diskusi dengan Marva Griffindi SaloneSatellite, yang membuka peluang kolaborasi menghadirkan SaloneSatellite Permanent Collection dalam rangka Indonesia Design Week (IDW) 2026.
Momentum ini menunjukkan perubahan posisi Indonesia dalam industri desain global. Indonesia kini tidak lagi dipandang hanya sebagai pasar, melainkan sebagai kontributor aktif dalam pengembangan ide, inovasi material, dan arah desain interior dunia.
Pengalaman dari Milan selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam konteks lokal melalui Indonesia Design Week 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 18–27 September 2026 dengan tema “Collective Culture”.
Mengusung pendekatan regional, IDW 2026 bertujuan memperkuat koneksi dengan ekosistem desain kawasan ASEAN. Kolaborasi lintas negara, eksplorasi material, serta integrasi perspektif budaya menjadi fokus utama acara tersebut.
Seluruh dinamika ini berakar dari kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) yang terus berkembang sebagai ruang kreatif terkurasi. Dengan infrastruktur modern dan kehadiran berbagai brand internasional, kawasan ini menjadi tempat di mana desain tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh publik.
Dalam ekosistem tersebut, Indonesia Design District (IDD) PIK2 hadir sebagai motor penggerak yang menghubungkan pelaku industri, kreator, dan masyarakat dalam ekosistem desain yang dinamis dan berkelanjutan.
Perjalanan dari Milan ke PIK2 menjadi simbol pertukaran ide yang terus berlanjut, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun fondasi desain nasional yang matang, adaptif, dan berdaya saing global.


Tinggalkan Balasan