FEM Indonesia, Jakarta – Aktor sekaligus selebritas keluarga Dion Wiyoko membagikan pengalaman pribadinya terkait masalah kesehatan gusi yang pernah mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin sadar bahwa menjaga kesehatan gusi sama pentingnya dengan merawat gigi, terutama untuk menunjang kualitas hidup di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Dion Wiyoko mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami pembengkakan gusi yang cukup mengganggu. Awalnya ia hanya merasakan ketidaknyamanan di area mulut, hingga akhirnya diketahui bahwa gusinya mengalami masalah dan memerlukan tindakan deep scaling.

“Sejak itu saya jadi lebih aware untuk memprioritaskan kesehatan gusi. Saya yakin semua orang ingin aging gracefully, bukan menolak menjadi tua, tetapi bagaimana kita bisa tetap sehat dan bahagia seiring bertambahnya usia,” ujar Dion.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai memberi perhatian lebih pada kesehatan gusi sejak dini agar dapat menikmati masa tua dengan kondisi gigi dan gusi yang sehat, kuat, serta tetap lengkap.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan gusi juga menjadi fokus dalam gelaran Pepsodent GumExpert Lab, sebuah aktivasi berbasis sains yang digelar Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Audy Dental, dan Guardian di Atrium Central Park, Jakarta, pada 4–7 Juni 2026.

Ketua Pengurus Besar PDGI, drg. Usman Sumantri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara profesi dokter gigi, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan gusi.
“Pepsodent GumExpert Lab menjadi platform edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu masyarakat mengenali dan memahami kondisi kesehatan gusi mereka secara lebih mendalam,” ujarnya.
Meski kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut mulai meningkat, perhatian terhadap kesehatan gusi dinilai masih rendah. Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara tersebut, kebiasaan menyikat gigi pada waktu yang tepat meningkat dari 2,8 persen pada Riskesdas 2018 menjadi 6,2 persen pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Head of Marketing Oral Care Unilever Indonesia, Rikka Anggitha, menilai masih banyak masyarakat yang berfokus pada perawatan gigi tanpa menyadari bahwa gusi merupakan fondasi utama kesehatan rongga mulut.
“Menjaga kesehatan gusi sebagai fondasi gigi sama pentingnya, bahkan dalam banyak kasus bisa jauh lebih penting,” kata Rikka.
Sementara itu, dokter gigi spesialis periodonsia dari Audy Dental, drg. Ines Augustina Sumbayak, menjelaskan bahwa penyakit gusi kerap tidak disadari karena gejalanya muncul secara perlahan dan jarang menimbulkan rasa sakit pada tahap awal.
Menurutnya, radang gusi atau gingivitis yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu peradangan gusi yang lebih serius dan bersifat permanen. Pada tahap tersebut, proses perawatan menjadi lebih kompleks dengan biaya yang lebih besar.


Tinggalkan Balasan