FEM Indonesia, Purworejo, Jawa Tengah – Program “OREO Berbagi Seru” kembali hadir sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Kali ini, program yang digelar di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyasar 738 siswa sekolah dasar melalui berbagai kegiatan edukasi dan distribusi alat belajar interaktif.
Program hasil kolaborasi OREO dan Indonesia Mengajar ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, yaitu “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Purworejo karena dinilai selaras dengan program pembangunan daerah “Purworejo Berseri” (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah.
“Pendidikan tidak mungkin berjalan optimal tanpa dukungan semua pihak. Menyambut Indonesia Emas 2045, kami fokus membangun sumber daya manusia melalui pendidikan sejak jenjang dasar karena mereka yang akan memasuki usia produktif pada tahun tersebut,” ujarnya saat menghadiri kegiatan edukasi program OREO Berbagi Seru.
Yudhie juga mengapresiasi bantuan alat belajar yang diberikan karena dinilai mendukung pembelajaran mendalam dan menyenangkan sesuai dengan usia anak-anak.
Sementara itu, Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Menurutnya, proses belajar yang menyenangkan dapat membantu anak-anak lebih percaya diri untuk bereksplorasi, bertanya, dan mengembangkan potensi diri.
“Melalui program OREO Berbagi Seru, kami ingin mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membantu menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah 3T dan komunitas marginal,” kata Anggya.
Tahun ini, program tersebut dilaksanakan di tujuh provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Secara keseluruhan, program menargetkan menjangkau sekitar 7.000 siswa.
Di Purworejo, OREO menyalurkan 270 alat belajar yang dirancang untuk membantu pengembangan kemampuan literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris melalui pendekatan belajar sambil bermain. Seluruh materi dan alat pembelajaran telah disesuaikan dengan kurikulum nasional.
Selain distribusi alat belajar, program juga menghadirkan pelatihan bagi guru, orang tua, dan komunitas pendidikan. Selama periode 4–7 Juni 2026, sebanyak 37 guru, 70 orang tua, dan 29 anggota komunitas mengikuti pelatihan yang mengajarkan berbagai metode pembelajaran kreatif dan interaktif yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah.
Barokah, guru SDN Kalikotes yang mengikuti program tersebut, mengaku terkesan melihat antusiasme siswa saat menggunakan alat-alat belajar yang diberikan.
“Anak-anak belajar dengan penuh semangat dan kegembiraan. Mereka tidak merasa sedang mengikuti pelajaran, tetapi menikmati setiap aktivitas yang dilakukan. Program ini memotivasi saya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif di kelas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sinta Surondari, salah satu perwakilan orang tua siswa. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pentingnya proses belajar yang menyenangkan bagi anak.
“Dari pelatihan ini saya menyadari bahwa bermain juga bisa menjadi sarana belajar yang efektif untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir anak,” katanya.
Melalui program ini, OREO berharap dapat melahirkan Generasi SERU, yaitu generasi yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Masyarakat juga dapat berpartisipasi mendukung program tersebut melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan disalurkan untuk mendukung keberlanjutan program pendidikan tersebut.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, guru, orang tua, dan komunitas dapat menciptakan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Anggya.


Tinggalkan Balasan