Connect with us

NASIONAL

Berinovasi Teknologi Desalinasi Atasi Krisis Air di Jakarta, Mahasiswa UI Raih Gold Medal

Published

on

FEM Indonesia – Sederet mahasiswa Universitas Indoneiaia angkatan 2019, Elgrytha Victoria Tybeyuliana, Fathiya Alisa Zahrandika, Fikri Irfan Mahendra, Juan Fidel Ferdani, dan Nada Laili Nurfadhilah, bersama dosen Teknik Lingkungan FTUI, Dr. Nyoman Suwartha M.T., M. Agr., menawarkan inovasi membran filtrasi berbasis graphene pada metode desalinasi.

Mereka lalu melakukan penelitian efektivitas graphene membrane sebagai inovasi untuk diimplementasikan pada teknologi desalinasi yang harapannya dapat berguna untuk mengatasi krisis air di Jakarta.

Inovasi yang dibawa ke kompetisi karya ilmiah tingkat internasional yang diikuti oleh 356 tim dari berbagai negara, mengantar mereka meraih Gold Medal pada lomba World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2022. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam karya ilmiah berjudul “GO-FILTER: Sea Water Desalination Based on Graphene Oxide as a Water Treatment Innovation in Jakarta”.


“Saat ini, peningkatan pencemaran air di Jakarta mulai memicu terjadinya krisis air. Di beberapa area, air tanah sudah tidak dapat menjadi alternatif sumber air akibat penurunan muka tanah dan intrusi air laut di Jakarta. Pemanfaatan air laut sebagai sumber air Jakarta dengan metode desalinasi muncul sebagai alternatif solusi. Akan tetapi, metode ini membutuhkan biaya yang cukup besar serta proses reverse osmosis dan metode distilasi bertingkat berujung pada peningkatan gas rumah kaca,” ujar Dr. Nyoman Suwartha yang juga merupakan Manajer Pendidikan FTUI dalam keterangan siarqn persnya, Jum’at (23/9/2022).

Inovasi membran filtrasi berbasis graphene – membran nanomaterial tipis – sebagai membran desalinasi memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan teknologi serupa lainnya yang ada.

“Membran graphene dapat memisahkan senyawa kristal putih NaCl dari air laut dengan fluks air yang signifikan. Membran graphene dapat menghemat energi sebanyak 15% dari pengolahan air laut dan 50% dari pengolahan air payau. Dengan efisiensi yang tinggi, membran graphene dapat mengolah air laut untuk sumber air baku dengan permeabilitas yang lebih tinggi dan harga yang lebih ekonomis,” kata Juan, ketua tim.


Penelitian dilakukan di Kelurahan Kamal Muara sebagai objek studi karena daerah tersebut memiliki isu ketersediaan air yang sangat memprihatinkan. Mayoritas penduduk Kamal Muara bekerja sebagai nelayan, meskipun sebagian mulai beralih ke sektor lain sebagai akibat penurunan pendapatan di sektor perikanan.

Dalam penelitiannya, tim FTUI menyampaikan tinjauan pemanfaatan inovasi ini dari aspek sosial, lingkungan, dan finansial. “Dari penelitian dapat kami simpulkan bahwa penerapan inovasi desalinasi berbasis graphene oxide dapat menghasilkan air bersih yang memenuhi kapasitas kebutuhan masyarakat setempat. Air bersih yang dihasilkan yakni 50.000 m3/hari dengan harga produksi sebesar  Rp1.000,00/m3. Harga ini lebih murah dibandingkan bila masyarakat membeli air dari pedagang air,” jelas Nada terkait keunggulan inovasi timnya.

“Pengolahan air menggunakan membran graphene dapat mengatasi masalah krisis air dan memanfaatkan air laut sebagai sumber air alami. Inovasi ini jika diimplementasikan dengan perencanaan yang matang selain lebih ramah lingkungan juga dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat setempat serta menciptakan lapangan kerja peluang bagi masyarakat,” tambah Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU.

Kompetisi karya ilmiah tingkat Internasional ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientists Association (IYSA), sebuah organisasi yang khusus bergerak di bidang penelitian dan karya ilmiah, untuk berperan memfasilitasi mahasiswa agar mampu bersaing di dunia industri 4.0.

Kompetisi tersebut dilaksanakan pada 20 dan 21 Juli 2022 lalu dan diikuti oleh 356 tim dari berbagai negara di dunia, seperti Indonesia, Filipina, Korea Selatan, Turki, Meksiko, Malaysia, dan Thailand.

Bagikan Artikel :

NASIONAL

BPJS Kesehatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional ke Wartawan PWI Kota Depok

Published

on

FEM Indonesia, Depok – BPJS Kesehatan melakukan kunjungan silahturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Senin (28/11/2022).

Dalam kunjunganya, BPJS Kesehatan Kota Depok memberikan sosialisasi manfaat dari  Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Supervisor BPJS Kesehatan Kota Depok, Laksmi Damayanti mengatakan, tujuan dari kegiatan adalah untuk memberikan peningkatan pemahaman guna pengoptimalisasian penggunaan program JKN.

“BJPS Kesehatan bertanggung jawab untuk mengelola jaminan kesehatan seluruh rakyat Indonesia,” kata Laksmi Damayanti.

Dia menjelaskan, bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan, yang terbagi dalam 2 kategori, yakni Bukan Penerima Bantuan Iuran dan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Yang termasuk kategori Bukan PBI adalah Pekerja Penerima Upah termasuk PNS, Pekerja Bukan Penerima Upah, dan Bukan Pekerja. Sedangkan yang termasuk kategori PBI adalah fakir miskin dan orang tidak mampu.

“Untuk memudahkan, sebaiknya peserta BPJS Kesehatan agar mendownload aplikasi JKN. Ini mempermudah peserta JKN dalam mengakses beragam fitur pelayanan kesehatan,” jelasnya lagi.

Menurut Laksmi, dengan menggunakan Aplikasi Mobile JKN, berobat ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) BPJS Kesehatan menjadi lebih mudah dan nyaman, dapat memilih antrean online, dapat mengontrol kesehatan secara berkala dan diberikan edukasi kesehatan, mudah mendapatkan obat rujuk balik setiap bulan melalui faskes, pindah faskes, bayar iuran, tunggakan dan denda.

“Kami berharap para wartawan dapat menyampaikan ke Pengadilan Agama tentang pentingnya putusan perceraian mengenai kepastian pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Selain itu juga ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) agar membuka pintu untuk BPJS Kesehatan. Melakukan percepatan penyelesaian dokumen administrasi kependudukan dan menyiapkan data kependudukan yang dibutuhkan agar tercapai cakupan 100 persen penduduk yang terdaftar BPJS Kesehatan,” paparnya.

Sementara ketua PWI Depok, Rusdy Nurdiansyah mengatakan, pelaksanaan sosialisasi program JKN sangat bermanfaat bagi para wartawan, selain untuk proteksi pembiayaan kesehatan diri sendiri, juga diharapkan wartawan dapat menyampaikan informasi manfaat JKN ke masyarakat.

Bagikan Artikel :
Continue Reading

NASIONAL

Yehu Wangsajaya, Jenderal Viral Bersahaja Videonya Sudah Ditonton 1,2 Juta Orang

Published

on

By

FEM IndonesiaBrigjen Pol Yehu Wangsajaya lahir di Cianjur, Jawa Barat dan telah berusia 55 tahun, belum lama ini namanya viral dijagat media sosial.

Beliau merupakan perwira tinggi dari lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1989. Yehu Wangsajaya juga menjadi salah satu perwira tinggi Polri yang banyak berkontribusi dalam perkembangan teknologi Polri.

Dalma siaran persnya yang diterima FEM Indonesia, pada Senin (28/11), Yehu pernah bergabung dalam tim dan berkontribusi membangun dan mengaplikasikan Komputerisasi sebagai Ujian Teori SIM untuk pertama kalinya di Indonesia. Ia juga pernah menerapkan Aplikasi Riwayat Hidup Personil Polri (RHPP) Mabes Polri untuk pertama kalinya di Indonesia.


Selain itu, Brigjen Pol Yehu Wangsajaya pernah diundang ke Korea Selatan karena telah berhasil menciptakan Panic Button. Beliau juga pernah menciptakan quick respon yang telah terdaftar di MURI. Quick respon ini merupakan layanan yang bisa memanggil polisi dengan cepat di kondisi darurat.

Sehingga tak heran ia mendapatkan jabatan sebagai Kepala Sekretariat Kompolnas dan sekarang berperan sebagai Analisa Kebijakan Utama Manajemen Operasional ITWASUM Polri. Tak hanya itu, ia juga berhasil mendapatkan apresiasi sebagai Anggota Kehormatan pada Ikatan Ahli Informatika Indonesia dari Universitas Budi Luhur.

Berbagai prestasi dan inovasi untuk memajukan Polri telah ia capai. Namun ada hal menarik lainnya yang menjadikan Yehu Wangsajaya menjadi salah satu dari banyak sosok mutiara bagi Polri, yakni kehidupannya yang terbilang sederhana.

Yehu Wangsajaya dikenal sebagai jenderal Polri yang sederhana yang tidak memperdulikan jabatannya sebagai jenderal. Beliau hidup sederhana tanpa rumah mewah bahkan tak segan menggunakan transportasi umum seperti MRT hingga Transjakarta dalam kesehariannya.

Kebiasaannya menggunakan transportasi umum ini merupakan kebiasaan yang telah dilakukannya sejak menempuh pendidikan di Jepang dan Amerika. Beliau mengungkapkan jika angkutan umum lebih mudah, cepat, dan tidak macet. Brigjen Yehu Wangsajaya juga membawa kesederhanaannya saat menjadi Polri. Ia menilai bahwa ia sebagai pelayan masyarakat harus bisa menempatkan diri dan melayani masyarakat dengan baik.

Kesederhanaan dan ketulusannya membuat Brigjenpol Yehu viral di berbagai platform media sosial, dari Twitter hingga TikTok. Cuplikan video dari kanal YouTube Forum Keadilan TV dengan judul ‘Jenderal Bersahaja di Tengah Hedonisme Polri’. Video yang telah ditonton lebih dari 1.2 juta dan like lebih dari 21 ribu ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Berbagai komentar itu antara lain menyebut sang Brigjen adalah mutiara terpendam di institusi Polri, jenderal dengan visi misi yang menakjubkan, sosok yang tegad dan humanis hingga oase di padang pasir.

Ketika publik ramai disuguhkan gaya hedonisme para petinggi polri, sosok jenderal bintang satu ini menampilkan suatu yang kontradiktif karena dirinya yang jauh akan kemewahan.

Bagikan Artikel :
Continue Reading

NASIONAL

Setahun Majelis Taklim Balai Wartawan Depok Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Published

on

FEM Indoensia, Depok – Memasuki usia setahun pengajian wartawan, Majelis Taklim (MT) Balai Wartawan (Balwan) Kota Depok, memperingatinya dengan menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, di Balai Rakyat 1, Bangau, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (24/11/2022) lalu.

Maulid kali ini dihelat secara meriah dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Depok dan Ketua MUI Depok serta  pejabat lainnya dan sejumlah jurnalis dari Depok.

“Saya sangat apresiasi acara Maulid Nabi yang di prakarsai Majelis Taklim Wartawan Depok. Maulid ini tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi bagaimana kita sebagai umat dapat mendoakan serta mengaplikasikan apa apa yang disampaikan oleh Nabi,” kata Ketua DPRD Kota Depok, Ketua DPRD Kota Depok, TM. Yusufsyah Putra


Putra menambahkan, Rasulullah SAW sebagai pemimpin dunia, katanya juga memiliki akhlak yang sangat baik untuk umat manusia, Untuk itu, dirinya berharap wartawan teruslah berkembang dan berkarya dengan tulisannya yang berguna untuk masyarakat. 

“Kota Depok di juluki sebagai Kota Sejuta Maulid, peringatan Maulid Nabi yang diadakan oleh MT. Balwan Kota Depok ini adalah ekspresi atas kelahiran Nabi Muhammad, SAW,” ujarnya.

Dalam rangkaian Maulid, selain diisi kemeriahan Hadroh dari kaum wanita kota Depok, ceramah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok juga diisi dengan santunan anak-anak yatim. Sukses menyelenggarakan Maulid, MT Balwan juga  berencana akan berdonasi ke korban Gempa Cianjur Jawa Barat dalam waktu dekat.


Hadir dalam Maulid, mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Usman Haliyana, Ketua DPRD Kota Depok, Ketua DPRD Kota Depok, TM. Yusufsyah Putra, Anggota DPRD H. Imam Musanto, Polsek Pancoran Mas AKP Supri, Koramil Pancoran Mas, Kesbangpol Kota Depok, Nuryanto, Disdik Kota Depok, Bambang, Ketum Kapok, Kasno.

Dan Ketua Umum MUI Kota Depok, Dr. KH. Ahmad Dimyathi Baduruzzaman, MA, Qori Ahmad Bakri Siregar dan Doa oleh Ustad Irfan Lubis, serta penampilan Tim Marawis Darut Taqwa Kp. Lio Depok. 

Bagikan Artikel :
Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending