FEM Indonesia, JAKARTA – Menyambut Lebaran 2026, film keluarga Indonesia Pelangi di Mars menghadirkan strategi promosi unik melalui kampanye bertajuk “Keliling Langit Indonesia”.

Sebuah balon raksasa diterbangkan dan menghiasi langit ibu kota, menarik perhatian masyarakat di kawasan SCBD dan sekitarnya.

Instalasi udara tersebut pertama kali diluncurkan di Jakarta dan dapat disaksikan publik secara langsung. Setelah dari ibu kota, balon promosi ini direncanakan melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota besar lain di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian kampanye nasional.

Produser film, Dendi Reynando, menegaskan bahwa penggunaan balon raksasa bukan sekadar gimmick pemasaran, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun kekuatan intelektual properti lokal.

“Film ini kami rancang sebagai tontonan keluarga yang bisa dirasakan semua orang. Harapannya, ‘Pelangi di Mars’ tak hanya berhenti sebagai satu film, tetapi berkembang menjadi intellectual property (IP) kebanggaan Indonesia,” ujar Dendi.

Kisah Anak Pertama yang Lahir di Mars

Disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini mengangkat kisah fiksi ilmiah keluarga dengan sentuhan emosional dan pesan kemanusiaan.

Cerita berfokus pada Pelangi, seorang anak perempuan yang menjadi manusia pertama yang lahir di planet Mars. Bersama robot-robot sahabatnya, Pelangi melanjutkan misi sang ibu untuk menemukan mineral penting yang diyakini dapat menjadi solusi atas krisis air yang melanda Bumi.

Dengan latar luar angkasa dan tema penyelamatan planet, film ini menggabungkan unsur petualangan, persahabatan, dan harapan, menjadikannya sebagai tontonan keluarga yang relevan dengan berbagai kalangan usia.

Tayang Serentak Saat Lebaran

Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum Lebaran. Waktu penayangan tersebut dipilih untuk menjangkau lebih banyak penonton keluarga yang menjadikan bioskop sebagai salah satu pilihan hiburan selama libur hari raya.

Melalui strategi promosi kreatif dan cerita yang mengangkat tema universal, film ini diharapkan tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi karya sinema Indonesia yang mampu berkembang menjadi waralaba jangka panjang.