FEM Indonesia – Film kolosal berjudul Pasukan 1000 Janda tengah menjadi sorotan publik meski masih berada dalam tahap proses syuting. Film produksi Manara Studios ini mengangkat kisah perjuangan pahlawan perempuan Aceh, Laksamana Malahayati, yang dikenal memimpin pasukan para janda dalam melawan penjajah Belanda dan Portugis pada abad ke-16.
Kisah heroik tersebut diangkat ke layar lebar dengan menghadirkan sejumlah karakter penting. Salah satunya adalah tokoh Maisaroh yang diperankan oleh aktris senior Cut Mini Theo. Dalam film ini, Maisaroh digambarkan sebagai seorang ibu rumah tangga berkarakter keras yang sangat bangga dengan kekayaan yang dimilikinya.
Cut Mini mengaku bangga dapat terlibat dalam film berlatar sejarah tersebut. Ia bahkan memiliki kedekatan emosional dengan kisah Malahayati karena sebelumnya pernah membintangi pementasan teater yang mengangkat cerita serupa.
“Pastinya saya sangat bangga dipilih untuk berakting di film Pasukan 1000 Janda. Dulu saya ikut teater pertama kali dan langsung mendapat peran menjadi ibunya Malahayati. Sekarang aku dipercaya sebagai Maisaroh,” ujar Cut Mini saat ditemui di lokasi syuting Studio Alam TVRI, Depok, baru-baru ini.
Menurutnya, film ini bukan sekadar menghadirkan kisah biografi sejarah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kekuatan dan ketangguhan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Semoga film ini bisa diapresiasi masyarakat luas dan menjadi inspirasi, terutama untuk perempuan,” tambahnya.
Sementara sutradara Archie Hekagery menjelaskan bahwa proses produksi film ini cukup menantang karena sebagian besar dialog menggunakan dialek Aceh. Untuk menjaga keaslian bahasa, pihak produksi mendatangkan guru privat bahasa Aceh guna melatih para pemain.
“Selain logat, para pemain juga menjalani latihan fighting agar adegan pertempuran terlihat realistis dan meyakinkan,” kata Archie.
Film Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang pada Agustus 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kehadiran film ini diharapkan dapat menjadi salah satu karya sinema nasional yang mengangkat sejarah perjuangan perempuan Nusantara sekaligus memperkenalkan kembali sosok Laksamana Malahayati kepada generasi muda. [Foto: dok. Instagram @pasukan1000janda]


Tinggalkan Balasan