FEM Indonesia,’Jakarta — Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan tontonan keluarga yang inspiratif melalui film animasi “Garuda Di Dadaku”, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026, bertepatan dengan momen liburan sekolah.

Film produksi BASE Entertainment bersama KAWI Animation ini resmi meluncurkan official trailer, poster, serta soundtrack utama berjudul “Garuda Di Dadaku” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati.

Mengusung tema besar tentang mimpi, keberanian, dan kerja sama, film ini menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan anak-anak Indonesia. Cerita berpusat pada Putra, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang bercita-cita menjadi pesepak bola terbaik Indonesia. Dalam perjalanannya, Putra ditemani oleh sosok Garuda kecil magis bernama Gaga, yang hadir saat ia mulai kehilangan kepercayaan diri.

Tak hanya menyoroti perjuangan individu, film ini juga menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar. Karakter seperti Naya dan teman-teman Putra menjadi bagian penting dalam membangun kembali semangatnya, sekaligus mempertegas bahwa mimpi besar tidak pernah dicapai sendirian.

Sutradara Ronny Gani menyebut film ini sebagai refleksi dari proses kreatif yang juga penuh kolaborasi. Ia menuturkan bahwa pengerjaan film animasi ini memakan waktu lebih dari tiga tahun dan melibatkan kerja kolektif banyak pihak.

“Film ini bukan hanya tentang Putra, tapi tentang bagaimana keberanian tumbuh karena ada orang-orang yang percaya. Sama seperti proses kami membuat film ini, semua terwujud lewat kerja bersama,” ujarnya.

Sebagai interpretasi baru dari IP legendaris, “Garuda Di Dadaku” tetap mempertahankan identitasnya sebagai film bertema sepak bola, namun dengan pendekatan emosional yang lebih kuat melalui relasi antar karakter, nilai sportivitas, dan semangat kebersamaan keluarga.

Produser Shanty Harmayn menegaskan bahwa film ini mewakili mimpi banyak anak Indonesia yang membutuhkan dukungan untuk berani melangkah.

Keterlibatan Atta Halilintar sebagai executive producer turut memperkuat nuansa sepak bola dan kedekatan film ini dengan keluarga muda Indonesia.

Sementara itu, soundtrack utama yang dinyanyikan Isyana Sarasvati hadir sebagai elemen emosional yang memperkuat pesan film. Lagu tersebut menggambarkan harapan dan semangat untuk terus melangkah meski dihadapkan pada keraguan.

Film ini juga diproduseri oleh Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson, dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak. “Garuda Di Dadaku” versi animasi ini merupakan interpretasi baru dari karya ikonis ciptaan Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah lama melekat di hati masyarakat.

Dengan visual penuh warna, cerita yang hangat, serta pesan kuat tentang arti kebersamaan, “Garuda Di Dadaku” diharapkan menjadi pilihan utama tontonan keluarga Indonesia di musim liburan sekolah tahun ini.