Connect with us

Music

Hari Keramat, Seis Band Merilis Video Klip Tembang “Jangan Jauh Dari Hati”

Published

on

FEM IndonesiaGrup Seis band yang digawangi Reza (vokal), Takim (bas), Aris (drum), Yudhi (gitar), dan Roby (keyboard), pada Kamis (24/11), merilis video musik single “Jangan Jauh Dari Hati (JJDH)”.

Video musik “JJDH” Sudah dapat disaksikan mulai jam 19.00 Wib di akun YouTube N-Pop di Nagaswara.

“Alhamdulillah waktu yang kita nanti tiba juga, dan hari ini menjadi hari ‘keramat’. Semoga hari ini barokah bagi Seis band, single ‘JJDH’, dan label Nagaswara yang menaungi Seis band dalam berkarya dan melangkah di rimba raya musik tanah air,” ujar Reza.

Menurut Roby, Seis band punya mimpi besar serta ingin mewujudkannya lewat single ‘JJDH’. Tentunya dengan usaha dan doa yang dilakukan selama ini. Para personil band asal Palu, Sulawesi Tengah itu berharap single ini bisa diterima di hati masyarakat Indonesia dan kota Palu khususnya.

Seis band salah satu grup pendatang baru asal kota Palu, Sulawesi Tengah. Grup yang didirikan pada 11 September 2010 silam sempat berganti formasi personil, sampai pada akhirnya kini dengan formasi solid berjumlah 5 personil.

Seis memilki arti kata pesona dan kharisma. Sedangkan nama fans Seis disebut Seistar. Band ini sama seperti anak band pada umumnya masih mencari ciri khas seperti apa nantinya yang akan melekat di Seis.

Bagikan Artikel :

Music

Lagu “Cak Culay Nabuy Nabuy”, Viral! Muhammad Yusuf Lampung Jadi Artis

Published

on

FEM Indonesia – Anak muda bernama Muhammad Yusuf alias Yusuf Cak Culay ternyata dibalik viralnya Iagu asal Lampung, “Cak Culay Nabuy Nabuy”.

Lagu tersebut menurut Yusuf tercipta saat ia melihat fenomena kumpulan pemuda yang dibubarkan polisi. Dari situlah Yusuf terinspirasi membuat single viral itu. Yusuf pun tak menyangka lagunya bisa viral di TikTok.

“Saya tidak menyangka lagu ‘Cak Culay Nabuy Nabuy’ bisa viral. Awal tahu viral, saya dapat kabar dari grup What’sApp. Waktu itu saya belum punya akun TikTok. Setelah buat akun TikTok, saya baru tahu kalau lagu itu viral,” ujar Yusuf dilansir dari Nagaswara News, Rabu (30/11).

Punya lagu viral, tentu saja membuat Yusuf merasa bangga. Apalagi, lagunya bisa dinikmati banyak orang meski lewat aplikasi TikTok. Sebelum lagu “Cak Culay Nabuy Nabuy” viral, Yusuf ternyata penyanyi biasa yang hanya bermodalkan sebuah gitar usang.


“Alhamdulillah setelah lagu ‘Cak Culay Nabuy Nabuy’ viral, jadi nambah ramai. Job manggungnya semakin ramai di Lampung Timur sampai unit 2 Menggala, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Bandar Lampung dan Pesawaran,” tambah Yusuf sambil tertawa.

Yusuf mengaku bukan keturunan Lampung asli. Keluarganya berasal dari daerah Jaseng di Banten. Darah seni didapat dari ibunya yang juga seorang penyanyi dangdut. Yusuf belajar musik sejak duduk di bangku SD.

Di Lampung, Yusuf tinggal di lingkungan Panggungan Utara, Kelurahan Gunung Sugih Raya, Lampung Tengah, provinsi Lampung. Sejak kecil sudah belajar musik secara otodidak dan mulai bernyanyi dengan iringan organ tunggal.

Bergabungnya Yusuf ke Nagaswara, berawal dari pertemuanya dengan dokter Aldo Aprizo lantaran seorang Tiktokers asal Lampung bernama Rizal. Dokter Aldo yang juga seorang musisi itu kemudian mengajak Yusuf bergabung di label pimpinan Rahayu Kertawiguna. Penasaran?

Bagikan Artikel :
Continue Reading

Hiburan

Rahayu Kertawiguna : November go Desember, Nagaswara On The Track!

Published

on

FEM Indonesia – Selaku kreator dan pemilik rumah produksi musik, setiap waktu kata Rahayu Kertawiguna selalu tertantang untuk merilis single-single yang hits di pasaran musik tanah air.

Katanya, Ini bukan pekerjaan gampang tentu saja! Selain harus menjaga mood dan energi yang stabil, owner Nagaswara ini mengungkapkan bahwa perlu “bakar uang” yang tidak sedikit.

Selain itu, harus punya nyali, jurus baca peluang agar karya-karya Iagu dapat beradaptasi di telinga dan hati para pecandu musik.

“Judul di atas saya maknai, ini adalah hari terakhir di bulan November 2022. Besok kita mulai menapaki bulan Desember. Tentunya karya musik yang dipersembahkan harus selalu “on the track”, berjalan dengan semestinya,” ujarnya.

Setiap bulannya, tambah Rahayu, Nagaswara harus menghadirkan karya Iagu anak negeri. Dan di November ini telah merilis 8 karya Iagu dengan berbagai genre, lalu akan bersambung ke bulan Desember dengan Iagu-Iagu yang menarik untuk ditunggu.

“Satu di antaranya adalah Iagu yang Iagi atau tengah viral di masyarakat. Lagu tersebut berasal dari provinsi Lampung, “Cak Culai Nabuy Nabuy”. Lagu ini dalam waktu dekat akan dirilis dengan konsep kreatif musik yang brilian, dan di make over sesuai trend musik terkini,” jelasnya.

Sebenarnya, Iagu yang Iagi viral di tengah masyarakat bukan hanya ini saja yang pernah diproduksi NAGASWARA. Sebelumnya ada Iagu “Tinggal Kenangan (Jauh)” yang dinyanyikan Caramel band dan “Keong Racun” oleh Sinta Jojo. Masih banyak Iagi. Ada sebuah pertanyaan mendasar, mengapa Iagu-Iagu yang tengah viral di-make over dan dirilis ulang secara resmi. Jawabnya adalah berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik, terutama si pencipta Iagu yang menaruh “trust”-nya.

“Jawaban inilah yang menurut saya menjadi bagian dari “on the track” Nagaswara di dunia musik. Bye-bye November, welcome Desember, Salam “No Music No Life!,” pungkas Rahayu.

Bagikan Artikel :
Continue Reading

Music

Angkasa Band Salurkan Donasi ke Korban Gempa Cianjur

Published

on

By

FEM Indonesia – Usaha Ato, vokalis band Angkasa, membuka donasi guna membantu korban gempa bumi di Cianjur, membuahkan hasil. Pada Senin (28/11/2022) kemarin, donasi yang sudah terkumpul berjumlah Rp17.450.000.

Donasi dibuka Ato lewat akun Instagram pribadinya @ato_angkasa sejak Kamis (24/11/2022). Rencananya, Selasa (29/11/2022) hari ini, Ato dan rekan-rekannya di Angkasa beserta kru band itu akan menyalurkan donasi yang diperoleh.

“Alhamdulillah total donasi sampai hari ini sudah terkumpul Rp. 17.450.000 yang InshaAIIah tgl 29 November Memang dari awal niatnya begitu,” kata Ato kepada NAGASWARA News, Selasa (29/11/2022).

Sejak awal, Ato dan rekan-rekannya di Angkasa memang berencana untuk datang ke Iokasi bencana dan menyalurkan bantuan itu. Apalagi, kediaman beberapa personil band dan manajemen Angkasa juga ada yang ikut ambruk terkena gempa. “Memang dari awal niatnya begitu,” kata Ato, Selasa (29/11/2022).

Mendapat respon positif, Ato berterimakasih kepada para donator yang sudah memberikan bantuannya guna meringankan beban korban terdampak gempa. Pencipta |agu-|agu Angkasa itu memastikan akan menyalurkan donasi tersebut kepada yang berhak menerimanya.

“Terimakasih banyak antusias dari teman-teman semua yang sudah berdonasi untuk korban bencana alam, sekecil apapun nilainya akan sangat bermanfaat bagi para korban, semoga kebaikan kalian dibalas Allah SWT,” tambah Ato.

Bagikan Artikel :
Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending