FEM Indonsia – Belum lama ini, seorang mantan aktivis rumah ibadah bernama Stevanus Hansen mendapatkan hidayah setelah mendengar Iagu “TOMAT” atau “Tobat Maksiat” milik band Wali. Ia pun bersyahadat dan masuk Islam (mualaf).

Ungkap Hansen, saat tengah berjalan-jalan dan pertama kali mendengar Iagu “Tobat Maksiat”. Lagu itu seakan menggema di seluruh tempat. Mendengar irama dan liriknya yang mendalam, Henzel mengaku terngiang-ngiang. Henzel bahkan langsung mengunduh Iagu Wali itu di ponsel.

“Kok enak banget ini Iagu. Lama-lama di handphone Iagu lain terkikis, jadi Iagu Wali semua. Mulai dari situ, dengan syiarnya Wali, benar-benar nyampe di hati liriknya,” cerita Hansen lewat kanal YouTube “Ngaji Cerdas” seperti dikutip dari laman NagaswaRa News, Kamis 22/9/2022).

Dalam akun YouTube tersebut, Hansen menceritakan jati dirinya dan memutuskan mualaf pada tahun 2016 silam, saat masih berusia 16 tahun. “Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada yang memaksa atau mengiming-imingi saya untuk masuk Islam. Sejak pertama mendengar Iagu ‘Tobat Maksiat’ saya mendapat hidayah,” tambah Hansen.

Wali band merilis Iagu “Tobat Maksiat” pada tahun 2009. Lagu itu ada di antara 5 buah Iagu Wali yang masuk di album “lngat Solawat”. Banyak pesan-pesan kebajikan yang mengingatkan manusia tentang kematian di Iagu tersebut.

“Tobat Maksiat” semakin populer setelah menjadi Iagu Iatar sinetron “Islam KTP” yang tayang secara stripping di SCTV tahun 2010. Tidak hanya populer di Indonesia, Iagu ini juga dikenal hingga ke Malaysia, Singapura dan Brunei. [Sumber YouTube “Ngaji Cerdas”]