FEM Indonesia – Seorang oknum WNI menurut kabar diduga telah melakukan penipuan terhadap salah satu perusahaan milik negara Tiongkok, Chilly (Qingdao) Energy Co Ltd.

Oknum WNI berinisial KF yang diduga telah merugikan perusahaan Tiongkok hingga mencapai USD 310.000 atau Rp 4,8 miliar. Atas dugaan penipuan dan akan dilaporkan ke pihak berwajib di Indonesia.

“Kami akan segera ke Indonesia, untuk melaporkan ke kepolisian di Indonesia atas penipuan yang dialami perusahaan kami,” ujar CEO Chilly Qingdao Energy Co Ltd, Xue Zhang dalam keterangan siaran persnya, Selasa (23/01/2024).

Menurut Xue Zhang, kronologis penipuan yang dialami diawali saat terduga pelaku KF menandatangani kontrak pasokan minyak solar sebanyak 6.100.000 metrik ton pada 30 Juni 2023 dengan Chilly Qingdao Energy Co Ltd. Perjanjian kontrak berisi berjanji melakukan pengiriman minyak solar dari kilang minyak di Kazakhstan.

Sesuai perjanjian, Chilly Qingdao Energy Co Ltd mengirimkan uang sebesar USD 310,000 pada 23 Agustus 2023 ke rekening bank yang ditunjuk MCBA yakni ke nomor rekening BCA 0551816627. “Namun hingga saat ini janji pengiriman minyak belum terealisasi, terduga pelaku KF telah menimbulkan kerugian ekonomi pada perusahaan kami yakni dengan pemalsuan kontrak pasokan minyak. Ternyata tidak memiliki kemampuan untuk mengirimkan komoditas tersebut,” jelasnya.

Modus terduga pelaku KF yakni membujuk investor luar negeri dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan beberapa perusahaan milik negara Tiongkok dengan memamerkan kekayaan palsunya dan mendorong untuk mencari berita palsu secara online yang disiarkan di saluran YouTube MTV miliknya, yang disumbangkan oleh dirinya sendiri.

“Berdasarkan laporan langsung kami, terbukti bahwa semua perusahaan korban global ini telah mempertimbangkan secara serius transfer teknologi dan investasi finansial ke sebuah perusahaan,” terang Xue Zhang.

Lanjut Xue Zhang, terduga KF yang ternyata tidak memiliki kemampuan investasi, melanjutkan dengan mengirimkan bukti pembayaran bank palsu setelah menandatangani beberapa perjanjian pembelian fasilitas pengolahan limbah industri dan pabrik pengolahan di Indonesia dengan beberapa perusahaan Korea yang terkait dengan Korea. Defense Acquisition Program Administration (Korea DAPA) dan teknologi tersebut sangat dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia saat ini.

“Perusahaan Chilly Qingdao Energy Co Ltd telah beberapa kali meminta kepada terduga pelaku KF untuk mengembalikan uang jaminan tersebut, namun lebih memilih menghindari kontak dengan sengaja untuk menyimpan uang tersebut tanpa alasan yang jelas,” tuturnya.

Konsekuensinya, lanjut Xue Zhang, perusahaan Chilly Qingdao Energy Co Ltd tak punya pilihan lain selain menuduh terduga pelaku KF melakukan penipuan dan pemerasan setoran kontrak minyak melalui Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta. “Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta ternyata telah menginformasikan kepada pemerintah Indonesia atas kejadian tersebut dan meminta kasus ini di proses hukum yang berat,” ungkapnya.

Ia mengutarakan, Indonesia secara tradisional telah membuktikan dirinya sebagai salah satu negara mitra yang paling dapat diandalkan dan dipercaya di Asia khususnya dengan Tiongkok, Korea dan Jepang di sektor ekonomi, budaya dan investasi, dan banyak perusahaan swasta dan publik telah mengikuti jejaknya. 

Chilly Qingdao Energy Co Ltd merupakan salah satu perusahaan pengadaan pemerintah milik negara Tiongkok yang khusus mengimpor minyak sawit dan biji-bijian untuk dipasok ke Pemerintah Tiongkok. “Kami telah memelihara hubungan yang sangat baik dengan pemerintah Indonesia selama bertahun-tahun mengerjakan berbagai proyek kerjasama,” tandas Xue Zhang.