FEM Indonesia, JAKARTA – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), perusahaan jasa pengiriman yang dikenal dengan merek SAPX Express, berhasil membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 meski menghadapi tantangan perlambatan ekonomi dan persaingan ketat di industri logistik.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Presiden Direktur SAPX Express, Budiyanto Darmastono, mengungkapkan bahwa total aset perseroan hingga akhir 2025 mencapai Rp410,53 miliar atau tumbuh 6,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp385,88 miliar.
“Kinerja SAPX Express pada tahun 2025 menunjukkan ketahanan bisnis yang baik di tengah kondisi makro ekonomi yang menantang dan persaingan industri yang semakin kompetitif,” ujar Budiyanto dalam laporannya.
Dari sisi profitabilitas, SAPX mencatatkan laba usaha sebesar Rp10,11 miliar pada 2025, meningkat 29,72 persen dibandingkan Rp7,80 miliar pada 2024. Namun, laba komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp9,56 miliar, turun 58,98 persen dibandingkan Rp23,30 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan perusahaan hingga 31 Desember 2025 tercatat Rp523,13 miliar, lebih rendah dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp682,51 miliar.
Menurut Budiyanto, capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga stabilitas operasional di tengah perubahan dinamika pasar logistik nasional.
“Pendapatan SAPX Express per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp523,13 miliar dibandingkan Rp682,51 miliar di tahun 2024,” katanya.
Raih Penghargaan Internasional
Kinerja positif SAPX Express juga mendapat pengakuan dari berbagai mitra strategis dan pelaku industri logistik. Sepanjang 2025, perusahaan meraih penghargaan Best Courier Partner 2025 dari DHL serta penghargaan The Best Logistic Partner 2025 dari Everpro.
Selain itu, SAPX juga memperoleh penghargaan Operational Excellence dalam ajang Asia Consumer Sourcing Expo Indonesia 2025.
Budiyanto menilai penghargaan tersebut menjadi bukti eksistensi dan daya saing perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
RUPST Setujui Sejumlah Agenda Strategis
Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025 yang mencakup laporan Direksi, laporan Dewan Komisaris, laporan keberlanjutan, serta laporan keuangan yang telah diaudit.
Rapat juga menyetujui pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Selain itu, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025, penetapan remunerasi Direksi dan Komisaris tahun 2026, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2026, serta rencana perseroan untuk menjaminkan sebagian atau seluruh aset dalam rangka mendukung kebutuhan pembiayaan perusahaan di masa mendatang.
Rencana pembiayaan tersebut mencakup kemungkinan penerbitan surat utang, fasilitas sindikasi, maupun fasilitas pembiayaan bilateral dari berbagai lembaga keuangan domestik maupun internasional.
Segmen B2B dan E-Commerce Jadi Penopang
SAPX Express yang dikenal dengan tagline #JagonyaCOD terus memperkuat bisnis pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, perusahaan mampu menjaga stabilitas operasional dengan dukungan pertumbuhan segmen business-to-business (B2B).
Permintaan dari sektor perbankan, industri fast moving consumer goods (FMCG), serta pelaku usaha yang membutuhkan layanan distribusi dan logistik terintegrasi menjadi faktor utama yang menopang kinerja perusahaan.
Di sisi lain, transaksi dari marketplace dan e-commerce masih menjadi motor penggerak utama permintaan layanan pengantaran.
Budiyanto menegaskan bahwa di tengah persaingan industri yang semakin ketat, perusahaan akan terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik guna menjaga keberlanjutan bisnis.
“Situasi bisnis yang semakin kompetitif harus disikapi dengan peningkatan kualitas penerapan tata kelola perusahaan. Hal ini bukan hanya sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga prospek keberlanjutan usaha perseroan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan