FEM Indonesia, Jakarta — Film keluarga Na Willa produksi Visinema Studiosmencatatkan prestasi gemilang dengan meraih lebih dari 1 juta penonton di bioskop Indonesia.

Capaian ini menegaskan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film keluarga yang hangat dan relevan.

Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, Na Willa dinilai berhasil menyentuh hati penonton lintas usia melalui cerita sederhana yang sarat makna tentang dunia anak-anak dan keluarga.

Keberhasilan ini juga menjadi pencapaian penting bagi Visinema bersama trio kreator, yakni Ryan Adriandhy serta dua produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari. Ketiganya kembali mencetak film blockbuster secara beruntun setelah kesuksesan film JUMBO.

Chief of Content Officer Visinema sekaligus produser, Anggia Kharisma, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, angka 1 juta penonton bukan sekadar pencapaian komersial, melainkan bukti bahwa penonton Indonesia merindukan cerita keluarga yang dekat dan bermakna.

“Capaian ini menjadi pengingat sekaligus komitmen bagi kami untuk terus menghadirkan cerita keluarga dan anak yang relevan, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk anak di dalam diri kita,” ujarnya dalam keterangan siaran persnya.

Seiring dengan kesuksesan tersebut, Ryan Adriandhy memastikan bahwa kisah Na Willa akan berlanjut ke film kedua. Saat ini, proyek sekuel disebut telah memasuki tahap awal pengembangan naskah.

“Film Na Willa yang sekarang tayang adalah awal. Sekuelnya sedang dalam proses draft skenario,” kata Ryan.

Respon positif juga datang dari kalangan publik figur. Aktor dan komika Ardit Erwandha mengaku menikmati film tersebut bersama keluarganya dan merasakan kehangatan cerita yang dihadirkan.

Hal serupa disampaikan oleh sineas Ernest Prakasa yang memuji kualitas film ini. Ia menilai Na Willa sebagai salah satu film Indonesia yang layak dibanggakan.

Kesuksesan Na Willa menambah daftar film nasional yang mampu menarik perhatian luas penonton domestik, sekaligus memperkuat posisi film keluarga sebagai salah satu genre yang diminati di industri perfilman Indonesia.