FEM Indonesia. Jakarta – Vokalis Seventeen, Riefian Fajarsyah alias Ifan menghadirkan gebrakan baru di industri hiburan kreatif lewat peluncuran film pendek berjudul Jangan Paksa Rindu (Beda) pada 10 April 2026.

Karya ini menjadi representasi kuat dari perpaduan musik, visual, dan distribusi digital dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Di tengah tren viralitas yang semakin mendominasi, Ifan menghadirkan konsep video musik yang tak lagi sekadar pelengkap lagu, melainkan sebagai karya sinematik dengan storytelling yang kuat. Lagu tersebut bahkan mencatatkan lebih dari 50 juta stream di platform Spotify, sekaligus ramai diperbincangkan di media sosial.

“Lagu ini tak hanya didengar tapi juga dirasakan dan dipahami,” ujar Ifan, yang kini juga menjabat sebagai Direktur Utama Perum Produksi Film Negara, dalam acara peluncuran yang digelar di kawasan FX, Jakarta.

Video musik ini digarap oleh Avesina Soebli sebagai produser eksekutif dan Jastis Arimba sebagai sutradara. Keduanya dikenal sebagai kreator yang aktif di industri hiburan Tanah Air. Produksi dilakukan oleh Royal Prima Musikindo (RPM).

Secara cerita, Jangan Paksa Rindu mengangkat kisah hubungan yang berada di titik rapuh—tentang dua insan yang masih bersama, namun tak lagi sejalan. Rasa rindu dan cinta yang dulu menyatu, kini berubah menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan.

“Jujur, ikhlas merelakan demi kenyataan pahit saat cinta berubah menjadi kebiasaan,” ungkap Octav Panggabean dari RPM.

Sutradara Jastis Arimba menilai cerita dalam film pendek ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi serial hingga film layar lebar. Ia menyebut unsur drama yang kompleks serta kemungkinan plot twist menjadi kekuatan utama cerita tersebut.

Film pendek ini dibintangi oleh Raihaanun sebagai Rindu (Rintik) dan Achmad Megantara sebagai Bram, yang tampil dengan nuansa emosional diiringi denting piano khas Ivan Seventeen.

Dengan pendekatan sinematik yang kuat, karya ini mempertegas pergeseran video musik ke arah medium storytelling yang lebih dalam dan relevan dengan perkembangan industri kreatif digital saat ini.