FEM Indonesia, Jakarta – Konselor dan pegiat sosial H. Muchamad Romly atau yang lebih dikenal sebagai Roy Romly bersiap merilis single perdananya berupa sebuah anthemfilantropi yang ditujukan untuk para pejuang kemanusiaan dan individu yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama.

Lagu tersebut dijadwalkan meluncur pada awal Juli 2026 dan akan tersedia di berbagai platform musik digital. Dalam proses penggarapannya, Roy menggandeng Ayat Kindern sebagai music director dan arranger.

“InsyaAllah awal Juli nanti single perdana saya rilis di semua platform musik. Temanya anthem penyemangat untuk para filantropi. Music directornya saya gandeng Ayat Kindern, hits maker yang sudah malang melintang di industri musik,” ujar Roy saat ditemui usai menunaikan khutbah Jumat di salah satu masjid di Jakarta Selatan.

Menurut Roy, inspirasi lagu tersebut lahir dari pengalaman panjangnya berkeliling Indonesia sebagai pembicara di bidang healing dan konseling. Dalam berbagai kesempatan, ia menemukan banyak pegiat filantropi yang berasal dari kalangan purnawirawan dan pensiunan yang memilih mengabdikan masa purnanya untuk kegiatan sosial.

“Banyak dari mereka sukses dan mapan di bidang profesinya. Ketika purna tugas, mereka memilih jadi filantropi. Selama ini banyak yang berkonsultasi dan sharing dengan saya. Lagu ini untuk menguatkan langkah mereka,” ungkapnya.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Mei 1986 itu memiliki latar belakang pendidikan di bidang Bimbingan dan Konseling Islam serta Ekonomi Syariah. Selain aktif sebagai konselor, Roy juga dikenal sebagai khatib, narasumber berbagai program keislaman, praktisi ekonomi syariah, serta pengelola usaha travel haji dan umrah serta yayasan sosial-keagamaan.

Perjalanan hidupnya yang dimulai dari lingkungan pesantren, aktivitas organisasi kampus, hingga merintis usaha secara mandiri menjadi sumber inspirasi dalam berkarya. Roy juga pernah merintis usaha Buya Coffee pada masa pandemi dan telah berkiprah sebagai host penerbangan haji sejak 2009.

“Alhamdulillah saya menguasai empat bahasa. Saya paham rasanya merintis dari nol dan jadi newcomer, termasuk dalam merambah dunia musik ini,” katanya.

Pengamat musik Indonesia, Bois Famous Maker, menilai langkah Roy sebagai inovasi yang menarik di industri musik nasional.

“Belum ada konselor yang merilis single anthem filantropi di blantika musik Indonesia dengan segmen usia purna. Ini warna baru yang dibutuhkan,” ujarnya.

Kehadiran lagu ini diharapkan tidak hanya menjadi karya hiburan, tetapi juga mampu memberikan motivasi dan apresiasi kepada para filantropi yang terus berkontribusi bagi masyarakat, khususnya mereka yang tetap aktif berkarya dan berbagi setelah memasuki masa purna tugas.