Connect with us

Sosial Budaya

Bantu Gaza, BAZNAS RI Dirikan 200 Tenda Darurat dan 20 Toilet Umum di Rafah

Published

on

FEM Indonesia – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tidak henti-hentinya membantu perjuangan rakyat Palestina. Kali ini dengan mendirikan 200 tenda darurat dan 20 toilet umum yang diperuntukkan bagi para pengungsi Palestina di Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, selain mendirikan tenda darurat dan toilet umum, pihaknya juga menyediakan 400 matras, 400 selimut, dan 800 bantal.

“Jadi, masing-masing tenda darurat memiliki 2 matras, 2 selimut, serta 4 bantal yang bisa dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita di Rafah,” ujar Kiai Noor dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (21/5/2024).

Ia menjelaskan, pendirian tenda darurat ini bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal sementara yang aman dan nyaman bagi lebih dari 800 pengungsi.

“Fasilitas toilet umum yang dibangun ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan dan kebersihan para pengungsi, mengingat pentingnya sanitasi dalam mencegah penyebaran penyakit di lingkungan pengungsian,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019 ini menambahkan, bantuan tersebut berasal dari infak yang disalurkan masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI, sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat di Palestina.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan hartanya untuk membantu rakyat Palestina yang sampai saat ini masih mendapat serangan Israel,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya  terus berkomitmen untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina.

“Kami secara bertahap akan terus mengirim bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Palestina,” tegasnya.

Kiai Noor berharap, dengan bantuan tersebut, para pengungsi Palestina di Rafah dapat merasakan sedikit kelegaan di tengah situasi yang sulit. 

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada mereka, serta memberikan kemudahan bagi kita semua untuk terus berbuat kebaikan dan membantu sesama,” pungkasnya. [rudipurwoko]

Sosial Budaya

Tiap Usai Manggung, Duo Anggrek Wajib Makan Bakso, ini Alasanya!

Published

on

FEM Indonesia – Meski dikenal lewat single ternyata lebih memilih kuliner bakso. Berburu jajanan bakso menjadi kebiasaan personil Duo Anggrek setelah tampil di atas panggung.

“Menu bakso jadi favorit kita setelah manggung. Mau di mana aja kita selalu cari bakso. Rasanya gimana gitu kalau sudah ketemu bakso,” ungkap Devay, personil Duo Anggrek, belum lama ini.

Saat manggung dalam acara Hepiphoria Indosiar di kota Ciamis, Jawa Barat, dua pekan lalu, Devay dan rekannya Putri, sudah mulai bertanya-tanya dimana menemukan jajanan bakso.

Tak perlu bersusah-suah, acara yang digelar di Alun-alun Ciamis itu juga diramaikan dengan kehadiran para penjual beragam kuliner, di antaranya penjual bakso.

“Nggak repot, keluar dari belakang panggung langsung ketemu abang tukang bakso,” ujar Devay tertawa. 

“Sudah jadi kebiasaan kita sih makan bakso. Kalau sudah ketemu bakso, rasa capek jadi hilang,” tambah Putri.

Alasan Devay dan Putri suka suka makan bakso juga karena jajanan itu gampang dicari. Mereka tidak mempermasalahkan jika harus menikmati bakso yang dijual di warung atau di gerobak sekali pun. “Yang penting bersih dan enak,” imbuh Putri.

Jika di lokasi tidak sempat makan bakso, Devay dan Putri bisanya mencari penjual bakso di luar lokasi acara dalam perjalanan pulang. Beberapa waktu lalu setelah tampil di kota Bandung, Jawa Barat, keduanya mampir di Warung Bakso Khas Solo.

“Mau bakso jenis apapun yang penting kita ketemu bakso. Mau bakso Malang, Solo, Bandung pokoknya bakso aja,” tutup Devay tertawa. [asrulnagaswara]

Continue Reading

Sosial Budaya

Seminar Awam Bicara Sehat, RSUI Tekankan Kenali Penyakit Jantung Koroner

Published

on

By

FEM Indonesia – Penyakit jantung hingga kini masih menjadi masalah kesehatan yang harus diperhatikan dan jangan dianggap remeh. 

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Penyakit jantung juga menjadi beban pembiayaan kesehatan terbesar. 

Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021, pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sebesar Rp.7,7 triliun. Oleh karena itu, mengenal dan mencegah penyakit jantung merupakan hal yang sangat penting.

Dokter Spesialis Jantung RSUI, dr. Prima Almazini, Sp.JP, Subsp.Eko.(K), FIHA  sekaligus narsumber pada seminar awam mengampaikan bahwa faktanya penyebab kematian nomor satu di dunia disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

“Di jantung terdapat pembuluh arteri koroner yang berfungsi untuk memberi “makan” jantung. Jika aliran pada pembuluh darah ini terhambat, maka otot jantung dapat mengalami gangguan hingga bisa mengalami kematian. Kondisi inilah yang kita disebut dengan penyakit jantung koroner” jelasnya.

Aliran pembuluh darah yang terhambat, salah satunya dapat terjadi akibat penumpukan lemak (atherosklerosis). Penumpukan lemak ini bisa terjadi bertahap dalam waktu yang lama, bisa dalam jangka waktu sekitar 5, 10, atau 20 tahun. Penyakit jantung koroner seringkali disebut dengan silent killer. Sebanyak 80% penderita meninggal mendadak karena serangan jantung, dan 50% diantaranya tanpa gejala sebelumnya. 

Tanda dan gejala khas penyakit jantung koroner diantaranya adanya rasa tidak nyaman di dada atau nyeri dada (angina) yang berlangsung selama lebih dari 20 menit saat istirahat atau saat aktivitas yang disertai gejala keringat dingin atau gejala lainnya seperti lemah, rasa mual, dan pusing.

Jantung koroner dibagi menjadi dua jenis faktor yaitu yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi. Faktor-faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya pertambahan usia (pada laki-laki usia >45 tahun dan perempuan >55 tahun), jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko), dan terdapat riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner. 

Sementara faktor-faktor yang dapat dimodifikasidiantaranya status merokok, obesitas, hipertensi, diabetes mellitus, peningkatan kadar kolestorol, serta kurangnya aktivitas fisik. “Pada pasien dengan penyakit jantung koroner terdapat beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan, diantaranya pemasangan ring, pemasangan PCI, dan operasi CABG. Tindakan-tindakan ini tujuannya sama yaitu untuk memperlancar aliran darah yang sebelumnya tersumbat” ungkapnya.

Selanjutnya narasumber kedua diisi oleh Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan RSUI, dr. Syougie, Sp.KP menyampaikan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan bagi orang dengan kondisi sakit atau medis tertentu selama perjalanan udara.

“Rekomendasi dan saran yang dapat diberikan bagi setiap penumpang dengan kondisi sakit atau memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya lakukan konsultasi medis sebelum keberangkatan (pre-flight consultation), membawa obat-obatan di dalam tas jinjing atau cabin, menjaga asupan caiaran tubuh, hindari minuman dengan efek diuretik seperti yang kafein dan alkohol, dan segera periksakan kondisi apabila timbul gejala (post-flight consultation)”.

Beberapa penumpang yang memerlukan pertimbangan medis khusus diminta untuk menyerahkan Surat Persetujuan Medis Penumpang (Surat Laik Terbang). Setiap Maskapai memiliki ketentuan tertentu (bagi yang telah menetapkan). Surat Laik Terbang diperlukan bagi penumpang dengan kriteria sebaagi berikut:

  • memiliki penyakit terbaru, paska rawat inap/cedera/operasi yang memerlukan pendampingan medis selama terbang,
  • memiliki kondisi medis tertentu yang memerlukan pendampingan medis selama terbang,
  • memerlukan suplementasi oksigen selama penerbangan, atau
  • memakai alat medis, seperti stretcherselama penerbangan.

Terdapat beberapa faktor penerbangan yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh, diantaranya penurunan tekanan udara seiring kenaikan ketinggian, tekanan parsial oksigen akan turun maka terjadi hipoksia yaitu kondisi kadar oksigen pada tubuh menurun, menurunnya kelembaban udara yang dapat meningkatkan evaporasi cairan tubuh sehingga meningkatkan risiko dehidrasi, penurunan suhu yang dapat mengecilkan pembuluh darah sehingga meningkatkan filtrasi ginjal, perbedaan zona waktu, turbulensi, radiasi, serta kebisingan.

“Dari beberapa faktor tersebut pasien dengan penyakit jantung perlu memperhatikan saran dan rekomendasi dari dokternya, sehingga dapat melakukan perjalanan udara dengan aman dan nyaman, selama mengetahui batasan-batasan yang ada. Periksakankondis medis ke dokter sebelum perjalanan” sarannya.

Antusiasme acara seminar dari peserta sangat tinggi, dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang. RSUI berharap kegiatan Seminar Awam Bicara Sehat Virtual ini dapat terus hadir sebagai salah satu upaya promotif dan preventif kepada masyarakat luas. 

Continue Reading

NASIONAL

Warga Kampung Lima Jatipadang Pasar Minggu, Antusias Rayakan Lebaran Betawi

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Masih dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-497, masyarakat Kampung Lima yang berlokasi di Sepanjang Jalan Hortikultura, Jati Padang, Jakarta Selatan menggelar acara yakni Lebaran Betawi Kampung Lima 2024.

Abdurachman selaku Ketua Panita Lebaran Betawi Kampung Lima 2024 mengatakan kegiatan ini diadakan bermula dari ide para sesepuh Betawi Kampung Lima yang ingin mengumpulkan anak cucu dan cicitnya yang kini sudah tinggal jauh untuk silaturahmi dengan penduduk Jakarta di wilayah Kampung Lima.

Selain itu, kegiatan ini untuk mengangkat kembali kebudayaan Betawi yang agamis dan budaya pencak silat Cit Bitik yang sudah ada sejak nenek moyang dahulu 

“Lebaran Betawi Kampung Lima 2024 sebagai ajang silaturahmi warga Betawi Kampung Lima yang anak cucu cicitnya sudah tinggal jauh dengan masyarakat Jakarta di Jati Padang dan Pasar Minggu. Acara ini masih dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-497,” ujar Abdurachman kepada wartawan disela-sela acara di Kampung Lima, Jati Padang, Jakarta, Minggu (30/6/2024).

Ia mengklaim masyarakat setempat antusias berdatangan pada Lebaran Betawi Kampung Lima. Mereka selain membeli aneka dagangan yang ada di sepanjang jalan Hortikultura, juga melihat event yang ada di panggung acara. 

“Di panggung acara, kami menampilkan kegiatan keagamaan yakni lomba azan dan lomba melantunkan ayat Al Qur’an surat pendek. Di panggung juga menampilkan kesenian dan kebudayaan Betawi dari perwakilan RT yang ada di Kampung Lima, Jati Padang,” katanya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DKM Mushola At-Taqwa Kampung Lima ini menjelaskan, dalam event ini juga mendemonstrasikan Pencak Silat Cit Bitik yang sudah diajarkan para sesepuh Kampung Lima.

“Pencak Silat Cit Bitik ini sudah ada sejak dahulu. Berkembang dari Kampung Lima, Jati Padang, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Cilandak dan Jagakarsa. Pencak Silat ini tidak dipertandingkan di PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia — red.) karena bersifat menyerang dan merupakan perpaduan jurus Macan dan Kera Putih,” jelas Abdurachman.

Ia mengharapkan para generasi muda untuk terus melestarikan kesenian dan kebudayaan Betawi khususnya dalam hal agamis seperti sholat, mengaji, azan dan pencak silat Cit Bitik. 

“Lebaran Betawi Kampung Lima 2024 ini pertama diadakan  dan akan menjadi agenda tahunan diadakan tahun depan. Saya mengharapkan Pemerintah Daerah Kota Jakarta yang diwakili Kelurahan Jati Padang dan Pasar Minggu mendukung kegiatan ini karena masyarakat yang datang banyak sekali. Ini bisa mengangkat UMKM warga setempat yang perlu dibina dan dikembangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan ketua Bammus Betawi periode 2013-2018 H. Zainuddin MH, SE menuturkan dirinya mendukung event Lebaran Betawi Kampung Lima 2024.

Menurutnya, kegiatan yang luar biasa ini sudah semacam guyub atau keterikatan kekeluargaan antara anak dan orangtuanya, murid dan gurunya, adik dan kakaknya, serta dari masyarakat setempat yang sudah mendiami lama wilayah itu. “Guyub dan silaturahmi itu diwujudkan dalam kegiatan Lebaran Betawi,” tutur pria yang menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tahun 2014.

Ia menambahkan dalam kegiatan ini selain menampilkan kesenian dan kebudayaan Betawi seperti tarian Betawi, rebana, tradisi main golok dan pencak silat, juga menghadirkan para pelaku UMKM (usaha mikro kecil menengah) yang perlu dikembangkan dan mendapat perhatian pemerintah daerah Kota Jakarta.

“Warga disini kreatif untuk memenuhi perekonomian keluarganya seperti ada yang jual Kerak Telor, jual Gado-gado, jual Dodol Betawi, jual Kue Talam, jual Laksa Betawi, jual Toge Goreng Ketupat Bumbu, dan lain-lain yang perlu dibina dan dikembangkan,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending