Connect with us

Sosial Budaya

Bersama Avian Brand, Joe Taslim Kampanye Kesehatan Mental & Mental Korban Bullying

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Aktor dan Brand Ambassador Avian Brand, Joe Taslim ikut kampanye Kesehatan Mental menyatakan keprihatinannya terhadap masalah kesehatan mental terutama bullying yang dihadapi oleh anak anak.

Sebagai ayah dari anak yang sedang tumbuh dan berkembang, Joe Taslim merasakan turut prihatin dengan kondisi anak dan remaja saat ini yang berjibaku dengan kesehatan mental.

Menurutnya, orang tua wajib memberikan perlindungan dan perhatian yang cukup untuk anak, sehingga anak mendapatkan rasa aman dan nyaman dari rumah. Tidak sekadar menyediakan waktu, tapi juga kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang nyaman.

“Dari belajar soal bullying terhadap anak ini, menurutku yang paling penting itu komunikasi. Komunikasi jadi kunci, aku berusaha jadi teman mereka. Jadi mereka bisa berbicara apa saja denganku sebagai orang tua,” ungkap Joe Taslim, di acara Avian Brands, Bintaro, Selasa (10/10/2023).

Sejalan dengan Joe Taslim, dukungan Avian Brands terhadap gerakan ‘Support Mental Health with Healing Colours’ juga kelak dituangkan lewat sarana bimbingan dan konsultasi dari tenaga ahli profesional secara gratis, yang akan dilakukan di beberapa lokasi di area Jawa.

Avian Brands mencoba mengambil peran sosial dengan melakukan berbagai kegiatan edukasi untuk mencegah bullying dan berperan dalam menciptakan kesehatan mental yang baik. Issue mental health/kesehatan mental belakangan juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang tidak bisa dibendung. Sulitnya memfilter informasi atau konten di media sosial menjadi tantangan sendiri bagi orangtua terhadap perkembangan anak.

Sementara psikolog Cithra Ananda M Psi mengatakan gangguan kesehatan mental tak hanya menimpa seseorang yang dibullying tapi juga mereka yang membullying. “Karena itu perhatian khusus tidak hanya kepada mereka yang korban bullying. Yang melakukan bullying juga harus dichek, apa sih yang dia cari, apa yang ingin dia buktikan, juga backroundnya seperti apa, apa yang sebenarnya dia butuhkan” kata Cithra.

Avian Brands sendiri ikut kampanyekan kesehatan mental melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Avian Brands sebagai produsen cat tembok lokal terbesar di tanah air selama ini konsisten terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Marketing Manager Avian Brands, Mely Yanti mengatakan dalam mendukung kesehatan mental, Avian Barands melalui produk unggulan Sunguard All in One dan Supersilk Anti Noda mempersembahkan warna-warna cat tembok yang bisa menimbulkan efek feel good.

“Berdasarkan penelitian warna-warna pada interior bisa membuat nyaman, ketenangan dan menimbulkan efek feel good. Jadi sejauhmana kita mendapatkan ketenangan dan kenyamanan tergantung pilihan warna masing-masing orang,” kata Mely Yanti. “Ada beberapa warna yang menimbulkan kesejukan dan mampu meningkatkan mood untuk kesehatan mental kita,” kata Mely Yanti. “Dengan suasana rumah yang nyaman, akan menimbulkan efek positif pada kesehatan mental,” tambah Mely Yanti.

Tak hanya di situ, dukungan Avian Brands terhadap gerakan “Support Mental Heart with Healing Colours” juga dituangkan dalam sarana bimbingan dan konsultasi dari tenaga ahli profesional secara gratis yang akan dilakukan di beberapa lokasi di area Jawa.

Avian Brands sendiri menghadirkan 24 warna premium agar warna bertahan lebih lama dan lebih mudah dibersihkan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ragam

Rayakan HAN 2024, 1.000 Bayi Ganti Popok Serentak Pecahkan Rekor MURI

Published

on

FEM Indonesia – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Baby Happy Diapers, merek popok bayi dari WINGS Care, meluncurkan kampanye Gerakan Anti Ruam dengan semangat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan ruam popok pada bayi. 

Sebagai bagian dari kampanye ini, Baby Happy Diapers coba mencetak rekor MURI 1.000 bayi Indonesia ganti popok serentak di SMESCO Jakarya, (23/07). 

Kampanye ini mendukung rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyarankan penggantian popok setiap empat jam sekali untuk mencegah ruam pada kulit bayi. Ruam popok sendiri merupakan permasalahan umum yang dialami bayi di Indonesia. Menurut IDAI, sekitar 7-35% bayi mengalami ruam popok, dengan kejadian tertinggi terjadi di usia 9-12 bulan. 

dr. Attila Dewanti, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak, menjelaskan lebih dalam mengenai penyebab ruam popok dan pengaruhnya terhadap tumbuh kembang anak.

“Ruam popok merupakan inflamasi kulit yang terjadi di area tertutup popok, disebabkan oleh perubahan pH akibat kontak dengan bakteri dalam popok atau kotoran. Kondisi ini bisa diperparah jika popok dibiarkan terlalu lama. Selain menimbulkan ketidaknyamanan pada si kecil, ruam popok juga berpotensi mempengaruhi tumbuh kembang bayi secara keseluruhan,” ungkap dr. Attila.

Guna mencegah ruam popok pada bayi, dr. Attila memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan, seperti 1) mengganti popok bayi setiap empat jam sekali, 2) membersihkan area kulit bayi yang terkena popok dengan air hangat dan kapas, serta 3) menggunakan popok yang nyaman dan berkualitas. Pemilihan popok yang tepat dapat membantu menjaga kulit bayi tetap kering dan terlindungi dari ruam popok.

Melihat kekhawatiran orang tua akan ruam popok pada bayi, Baby Happy Diapers memperkuat komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang optimal si kecil. Stella Eidelina selaku Marketing Manager Baby Happy Diapers, menyatakan, “Ruam popok pastinya membuat si kecil rewel dan orang tua pun khawatir. Untuk memastikan momen berharga antara orang tua dan anak tetap nyaman, kami meluncurkan kampanye Gerakan Anti Ruam. Di mana langkah sederhana untuk mencegah ruam popok adalah rajin mengganti popok dan menggunakan popok Baby Happy Diapers dengan air through technology yang memiliki permukaan popok lembut dan dilengkapi daya serap ekstra serta daya tampung cairan hingga 500 ml.”

Perwakilan tim MURI yang hadir turut memberikan apresiasi kepada Baby Happy Diapers atas kampanye Gerakan Anti Ruam. Andre Purwandono sebagai Perwakilan MURI, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Baby Happy Diapers atas kampanye Gerakan Anti Ruam. 

“Pada pencapaian rekor MURI ini, Baby Happy Diapers terbukti berhasil melibatkan 1.000 orang tua dan bayi dalam penggantian popok serentak. Semoga kampanye Gerakan Anti Ruam ini dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak yang optimal,” Andre Purwandono.

Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional 2024, pada acara ini Baby Happy Diapers juga menyediakan playground area agar anak-anak bisa bersenang-senang sepanjang acara untuk memenuhi hak bermainnya. 

Ditambah lagi si kecil bersama moms and dads dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi dan dokter. Selain pemecahan rekor 1.000 bayi ganti popok serentak, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Aviwkila.

Komitmen Baby Happy Diapers dalam mewujudkan kesehatan bayi bebas ruam popok, sejalan dengan filosofi WINGS Group bahwa “The Good Things in Life Should Be Accessible For All”. 

Di mana Baby Happy Diapers sebagai popok bayi berkualitas membantu wujudkan hal baik tersebut melalui edukasi kampanye Gerakan Anti Ruam dan keunggulan produk popoknya. 

Continue Reading

Sosial Budaya

Tiap Usai Manggung, Duo Anggrek Wajib Makan Bakso, ini Alasanya!

Published

on

FEM Indonesia – Meski dikenal lewat single ternyata lebih memilih kuliner bakso. Berburu jajanan bakso menjadi kebiasaan personil Duo Anggrek setelah tampil di atas panggung.

“Menu bakso jadi favorit kita setelah manggung. Mau di mana aja kita selalu cari bakso. Rasanya gimana gitu kalau sudah ketemu bakso,” ungkap Devay, personil Duo Anggrek, belum lama ini.

Saat manggung dalam acara Hepiphoria Indosiar di kota Ciamis, Jawa Barat, dua pekan lalu, Devay dan rekannya Putri, sudah mulai bertanya-tanya dimana menemukan jajanan bakso.

Tak perlu bersusah-suah, acara yang digelar di Alun-alun Ciamis itu juga diramaikan dengan kehadiran para penjual beragam kuliner, di antaranya penjual bakso.

“Nggak repot, keluar dari belakang panggung langsung ketemu abang tukang bakso,” ujar Devay tertawa. 

“Sudah jadi kebiasaan kita sih makan bakso. Kalau sudah ketemu bakso, rasa capek jadi hilang,” tambah Putri.

Alasan Devay dan Putri suka suka makan bakso juga karena jajanan itu gampang dicari. Mereka tidak mempermasalahkan jika harus menikmati bakso yang dijual di warung atau di gerobak sekali pun. “Yang penting bersih dan enak,” imbuh Putri.

Jika di lokasi tidak sempat makan bakso, Devay dan Putri bisanya mencari penjual bakso di luar lokasi acara dalam perjalanan pulang. Beberapa waktu lalu setelah tampil di kota Bandung, Jawa Barat, keduanya mampir di Warung Bakso Khas Solo.

“Mau bakso jenis apapun yang penting kita ketemu bakso. Mau bakso Malang, Solo, Bandung pokoknya bakso aja,” tutup Devay tertawa. [asrulnagaswara]

Continue Reading

Sosial Budaya

Seminar Awam Bicara Sehat, RSUI Tekankan Kenali Penyakit Jantung Koroner

Published

on

By

FEM Indonesia – Penyakit jantung hingga kini masih menjadi masalah kesehatan yang harus diperhatikan dan jangan dianggap remeh. 

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Penyakit jantung juga menjadi beban pembiayaan kesehatan terbesar. 

Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021, pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sebesar Rp.7,7 triliun. Oleh karena itu, mengenal dan mencegah penyakit jantung merupakan hal yang sangat penting.

Dokter Spesialis Jantung RSUI, dr. Prima Almazini, Sp.JP, Subsp.Eko.(K), FIHA  sekaligus narsumber pada seminar awam mengampaikan bahwa faktanya penyebab kematian nomor satu di dunia disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

“Di jantung terdapat pembuluh arteri koroner yang berfungsi untuk memberi “makan” jantung. Jika aliran pada pembuluh darah ini terhambat, maka otot jantung dapat mengalami gangguan hingga bisa mengalami kematian. Kondisi inilah yang kita disebut dengan penyakit jantung koroner” jelasnya.

Aliran pembuluh darah yang terhambat, salah satunya dapat terjadi akibat penumpukan lemak (atherosklerosis). Penumpukan lemak ini bisa terjadi bertahap dalam waktu yang lama, bisa dalam jangka waktu sekitar 5, 10, atau 20 tahun. Penyakit jantung koroner seringkali disebut dengan silent killer. Sebanyak 80% penderita meninggal mendadak karena serangan jantung, dan 50% diantaranya tanpa gejala sebelumnya. 

Tanda dan gejala khas penyakit jantung koroner diantaranya adanya rasa tidak nyaman di dada atau nyeri dada (angina) yang berlangsung selama lebih dari 20 menit saat istirahat atau saat aktivitas yang disertai gejala keringat dingin atau gejala lainnya seperti lemah, rasa mual, dan pusing.

Jantung koroner dibagi menjadi dua jenis faktor yaitu yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi. Faktor-faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya pertambahan usia (pada laki-laki usia >45 tahun dan perempuan >55 tahun), jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko), dan terdapat riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner. 

Sementara faktor-faktor yang dapat dimodifikasidiantaranya status merokok, obesitas, hipertensi, diabetes mellitus, peningkatan kadar kolestorol, serta kurangnya aktivitas fisik. “Pada pasien dengan penyakit jantung koroner terdapat beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan, diantaranya pemasangan ring, pemasangan PCI, dan operasi CABG. Tindakan-tindakan ini tujuannya sama yaitu untuk memperlancar aliran darah yang sebelumnya tersumbat” ungkapnya.

Selanjutnya narasumber kedua diisi oleh Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan RSUI, dr. Syougie, Sp.KP menyampaikan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan bagi orang dengan kondisi sakit atau medis tertentu selama perjalanan udara.

“Rekomendasi dan saran yang dapat diberikan bagi setiap penumpang dengan kondisi sakit atau memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya lakukan konsultasi medis sebelum keberangkatan (pre-flight consultation), membawa obat-obatan di dalam tas jinjing atau cabin, menjaga asupan caiaran tubuh, hindari minuman dengan efek diuretik seperti yang kafein dan alkohol, dan segera periksakan kondisi apabila timbul gejala (post-flight consultation)”.

Beberapa penumpang yang memerlukan pertimbangan medis khusus diminta untuk menyerahkan Surat Persetujuan Medis Penumpang (Surat Laik Terbang). Setiap Maskapai memiliki ketentuan tertentu (bagi yang telah menetapkan). Surat Laik Terbang diperlukan bagi penumpang dengan kriteria sebaagi berikut:

  • memiliki penyakit terbaru, paska rawat inap/cedera/operasi yang memerlukan pendampingan medis selama terbang,
  • memiliki kondisi medis tertentu yang memerlukan pendampingan medis selama terbang,
  • memerlukan suplementasi oksigen selama penerbangan, atau
  • memakai alat medis, seperti stretcherselama penerbangan.

Terdapat beberapa faktor penerbangan yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh, diantaranya penurunan tekanan udara seiring kenaikan ketinggian, tekanan parsial oksigen akan turun maka terjadi hipoksia yaitu kondisi kadar oksigen pada tubuh menurun, menurunnya kelembaban udara yang dapat meningkatkan evaporasi cairan tubuh sehingga meningkatkan risiko dehidrasi, penurunan suhu yang dapat mengecilkan pembuluh darah sehingga meningkatkan filtrasi ginjal, perbedaan zona waktu, turbulensi, radiasi, serta kebisingan.

“Dari beberapa faktor tersebut pasien dengan penyakit jantung perlu memperhatikan saran dan rekomendasi dari dokternya, sehingga dapat melakukan perjalanan udara dengan aman dan nyaman, selama mengetahui batasan-batasan yang ada. Periksakankondis medis ke dokter sebelum perjalanan” sarannya.

Antusiasme acara seminar dari peserta sangat tinggi, dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang. RSUI berharap kegiatan Seminar Awam Bicara Sehat Virtual ini dapat terus hadir sebagai salah satu upaya promotif dan preventif kepada masyarakat luas. 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending