FEM Indonesia, Jakarta – Miss komunikasi dalam sebuah keluarga kerap terjadi dalam masyarakat, semisal komunikasi ibu dan anak. Tak jarang akibat miss komunikasi ini, hubungan antar anggota keluarga renggang. Hal inilah yang menjadi dasar cerita dan judul film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Begitu diungkapkan sutradara yang juga produser Ferly Halim di Jakarta (10/6).

Ferly menyatakan bahwa cerita film Takkan Kubiarkan Kau Menangis sebenarnya ungkapan kasih sayang seorang anak kepada ibunya.

“Jadi ini adalah sebuah ungkapan kasih sayang, kata-kata romantis dari  anak kepada ibunya, dimana si anak bilang, Mah, aku tak akan membiarkan Mamah menangis apapun yang terjadi dalam hidup ini. Jadi di film ini, aku lebih banyak mengeksplor bagaimana hubungan ibu dan anak untuk berkomunikasi. Biasanya kan banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari bahwa komunikasi antara ibu anak, bapak anak atau kaka adik enggak semuanya baik. Baik secara intonasi, penyampaian dan waktu,” ujarnya.

Untuk itu, katanya, dalam film ini para pemeran mencontohkan komunikasi yang tidak baik tersebut, seperti si ibu overthingking, trauma dan hanya marah-marah. Sedangkan si anak merasa ibunya tidak sayang dan peduli.

“Ketika sudah dapat berkomunikasi dengan baik apa yang mereka rasakan, akhirnya tahu bahwa ibunya melarang karena ada alasannya, oh anakku keras karena caraku yang salah. Jadi semua itu karena kesalahpahaman karena tidak bisanya komunikasi,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi judul film yang sama dengan lirik sebuah lagu Sheila On 7, Ferly mengakui tidak sedikit yang menanyakan hal tersebut. Bahkan awal mulanya judul Takkan Kubiarkan Kau Menangis tidak releven dengan lagu Sheila On 7.

“Real dialog yang pernah saya berikan kepada ibu saya. Jadi ini sebenarnya ada sedikit kisah hidup saya, dimana saya bilang kepada Mamah, saya janji seumur hidup saya takkan pernah membiarkan Mamah menangis.

Dan judul ini ada lagunya sendiri yang dinyanyikan Keisha Al;varo dan kebetulan ciptaan saya yang diperuntukan untuk Mamah. Kalau pun temen-temen bilang sama, ya kalau di lagu Sheila judul itu ada di lagu Bila Kau Tak Disampingku dan memang di dalamnya ada lirik tersebut. Jadi ada kesamaan yang kita tidak sengaja ada yang sama. Namun awal basicnya itu tidak berdasarkan lagu tersebut. Karena lagu yang kita ambil punya Sheila on 7 bukan lagu Bila Kau Tidak Disampingku,” urainya menambahkan ada tiga lagu Sheila On 7 dalam film ini.

Sedangkan dipilihnya para cash muda, Ferly mengatakan jika sedari awal membutuhkan aktor yang dapat menyanyi, bermain alat musik. Bahkan telah menyiapkan workshop kepada cash yang tidak memiliki kemampuan olah vokal dan memainkan alat musik.

Film produksi Langit Pictures Indonesia yang dibintangi Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman dan Didi Riyadi ini akan tayang di bioskop pada 16 Juli 2026. [foto/teks : denim]