FEM Indonesia, Jakarta — B7 Production resmi memulai kampanye promosi film terbarunya bertajuk “Beneran Horor” setelah menyelesaikan proses pengambilan gambar. Momentum tersebut ditandai melalui acara Wrap-Up Press Conference & Kick-off Campaign yang digelar di KOAT Coffee, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang syukuran sekaligus langkah awal memperkenalkan film bergenre komedi-horor tersebut kepada publik sebelum dirilis di bioskop.

Film “Beneran Horor” mengangkat kisah Joe, seorang sutradara yang diperankan Bucek Depp, yang bersama timnya melakukan proses syuting di sebuah pulau terpencil. Kesalahan tak terduga membuat mereka tiba di lokasi yang keliru sebuah wilayah misterius yang ternyata dihuni makhluk tak kasatmata.


Dalam situasi yang membingungkan, kru film justru mengira para “penghuni” pulau sebagai figuran dan memperlakukan mereka layaknya aktor dalam sebuah produksi.

Disutradarai Anto Tanjung dan diproduseri Bob Seven, film ini memadukan unsur ketegangan horor dengan komedi absurd. Produksi ini juga mempertemukan lintas generasi pelaku seni peran, termasuk aktor senior Bucek Depp, Opie Kumis, Joe P Project, serta maestro pantomim Septian Dwi Cahyo.

Nuansa komedi kekinian turut diperkuat kehadiran sejumlah komedian dan kreator digital, di antaranya Maell Lee, Jenda, Mamang Osa, Davi Siumbing, Anyun Cadel, Riyuka Bunga, Faizal Agung, dan Rian Nekuk.

Sementara itu, representasi generasi muda dihadirkan melalui Berliana Lovell, Adel Reva, Putri Ziani, Sandy William, Van Jhov, dan Andrie Tawaqal, didukung pemeran pendukung seperti Lurus Mardan, Pasha Van Krab, Hanif Bulbul, Dewi Margie, serta Carissa Inara Chundinata.

Produser Bob Seven menyampaikan bahwa acara ini juga menjadi penanda dimulainya kampanye film yang dirancang lebih dekat dengan audiens. “Beneran Horor” akan menawarkan perpaduan segar antara nuansa mistis pedesaan dengan sentuhan komedi yang mengundang tawa. “Kami ingin menghadirkan hiburan yang menegangkan tapi tetap mengundang tawa. Ceritanya ringan, namun dikemas dengan konsep visual dan lokasi yang autentik,” jelasnya.

Proses produksi beber Bob Seven bahwa selama 20 hari di beberapa titik di kawasan Sukabumi Selatan tersebut. Termasuk mengambil keindahan alam Ujunggenteng menjadi alasan kuat pemilihan lokasi. “Kami memilih lokasi di wilayah Ujunggenteng karena keindahan dan keunikannya sangat spesifik. Namun kalau bicara wisata, memang masih perlu perhatian dalam hal infrastruktur dan penataan kawasan agar bisa mendukung kegiatan wisata ataupun perfilman ke depan,” ungkapnya.

Kata Bob Seven, sebagai lokasi syuting kembali memperkuat daya tarik kawasan ini di mata para sineas. Berdasarkan catatan, wilayah ini memang sudah beberapa kali digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar, di antaranya film 3 Srikandi karya sutradara Iman Brotoseno dan Second Chance garapan Livi Zheng.

Di film ini, rumah produksi B7 Production bekerja sama dengan Make it Project menghadirkan pendekatan promosi interaktif, termasuk melalui platform gim Roblox sebagai upaya memperluas pengalaman penonton terhadap film.

Sementara Sutradara Anto Tanjung menjelaskan bahwa kekuatan film ini terletak pada komedi situasional. “Kami tidak mengandalkan komedi yang dibuat-buat. Yang kami bangun adalah situasi. Dari situ komedinya muncul secara natural, meski latarnya horor. Komedi dan horor punya basis penonton berbeda, dan kami ingin merangkul keduanya,” kata Anto Tanjung.

Menurutnya, sejumlah adegan bahkan sempat ditunda demi mematangkan suasana agar pemain komedi panggung bisa menemukan ritme yang pas dalam balutan horor. Anto secara khusus memuji Riyuka Bunga yang dinilai berhasil mengeksplorasi komedi gestur dibanding verbal.

Bucek Depp juga memberikan pengalaman unik selama syuting. “Film ini buat saya seperti ‘22 hari bersama Nyi Roro Kidul’. Lokasinya di Ujung Genteng yang terkenal angker. Kadang syuting sampai jam tiga atau lima pagi, tapi suasananya tetap seru. Justru momen capek itu jadi kenangan,” ujarnya kepada rekan media, 6 Februari 2026.

Menurut Bucek, film ini juga terasa lebih natural karena tidak terpaku pada dialog kaku. Improvisasi menjadi kunci sehingga komedi terasa lebih dekat dengan keseharian. Ia berharap penonton yang biasanya takut film horor tetap bisa menikmati karena unsur komedinya kuat.

Saat ini “Beneran Horor” telah memasuki tahap pascaproduksi dan direncanakan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2026. Dengan konsep cerita yang unik, kolaborasi lintas generasi, serta strategi promosi berbasis platform digital, film ini diharapkan dapat menghadirkan alternatif hiburan segar bagi penikmat film nasional.