FEM Indonesia Taiwan – Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mulai menjalin kerja sama strategis dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Depok.

Kerjasama tersebut diawali dengan menggelar media gathering dan diskusi bertajuk “Sinergi Media Informasi Untuk Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024” di Hotel Savero, Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis, (22/8/2024).

Anggota KPU Jawa Barat, Abdullah Safii dalam sambutanya mengatakan bahwa KPU kini tengah berupaya keras mendongkrak jumlah pemilih di Pilkada tahun 2024, mendatang. 

Salah satu daerah yang disoroti secara serius adalah Kota Depok. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Bekasi dan Tangsel itu jadi perhatian serius KPU lantaran dalam beberapa gelaran Pilkada jumlah warga yang tak menggunakan hak suara alias golput, cukup tinggi.  

“Kita targetkan pemilih di Pilkada Depok bisa mencapai sekira 80 persen. Namun tantangan ini berat, tapi saya kira kalau partisipasi publik itu tinggi dan dibantu media dalam sosialisasi dan pemberitaanya, saya kira ini bisa akan mendorong pada partisipasi pemilih nantinya,” ujar Abdullah Safii.

Syafii menyoroti angka golput di Depok dengan langkah upaya untuk menekan angka golput salah satunya adalah dengan merangkul para pemilih pemula Gen Y dan Z yang cukup tinggi. 

Ia menekankan, generasi pemilih pemula ini bukan tidak tahu cara memilih. “Mereka tahu bagaimana memilih dan rata-rata tahu kapan pemilu di Pilkada dilaksanakan, tapi yang harus kita munculkan adalah keterlibatan mereka agar mau datang ke TPS,” jelasnya. 

Acara yang dihadiri Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah, dan Ketua IJTI Depok Iyung Rizki serta sejumlah anggotanya juga menyoroti urgensi kolaborasi antara KPU dan media massa dalam memastikan jalannya Pilkada yang bersih, jujur, dan adil. 

Ketua PWI Depok, Rusdy Nurdiansyah, mengatakan bahwa esensi demokrasi terletak pada penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil). Menurutnya, pers memiliki pengaruh besar, tidak hanya pada proses dan hasil pemilu, tetapi juga dalam mengawasi pemerintahan agar tetap menjalankan amanat konstitusi.

“PWI sangat mendukung kolaborasi ini, karena melalui media, kita dapat memastikan bahwa pemilu berlangsung secara transparan dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Selain itu, Pilkada juga harus menyenangkan sesuai tagline,” kata Rusdy.

Ketua IJTI Depok, Iyung Rizki pun mengusulkan kepada KPU Depok agar dalam gelaran Pilkada, menyediakan media center yang dapat memudahkan jurnalis dalam melakukan konfirmasi dan peliputan.