FEM Indonesia, Tangsel — Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dimaknai dengan pesan toleransi dan perdamaian oleh Yayasan Peduli Anak Indonesia (Yapena Indonesia). Bersama Vision of Peace Initiative yang dipimpin Princess Natasha Dematra, kegiatan sosial digelar di Vihara Siddarta, Pondok Aren, pada Minggu (15/2).
Mengusung tema Celebrating World Interfaith Harmony Week, acara diisi dengan lomba melukis bertema perdamaian dunia yang melibatkan ratusan anak yatim dari beragam latar belakang etnis dan agama. Karya terbaik peserta direncanakan dikirimkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai simbol pesan damai dari anak-anak Indonesia.
Ketua Yapena Indonesia, Erna Santoso, mengatakan bahwa kegiatan tersebut secara khusus menghadirkan Anak Budha, muslim, Konghucu dan kristianidan untuk memperkuat nilai kebersamaan sejak usia dini.

“Meski tidak besar, acara ini berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak. Tujuan kami agar anak-anak memahami makna Bhinneka Tunggal Ika serta merasakan kebahagiaan dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ibu dari Ardina Rasti itu menambahkan, pemilihan lokasi di vihara menjadi simbol penghormatan terhadap perayaan Imlek sekaligus wujud toleransi anak terhadap keberagaman budaya, khususnya etnis Tionghoa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, aktris senior Elly Ermawati, yang dikenal melalui perannya di Misteri Gunung Merapi. Ia menilai kegiatan lintas agama seperti ini penting untuk membangun rasa saling menghargai pada generasi muda.

“Kita sebagai orang dewasa perlu memberi pemahaman kepada anak-anak agar mereka mengenal sejarah, keberagaman, dan nilai toleransi di era digital,” katanya.
Kolaborasi acara juga melibatkan sejumlah organisasi masyarakat. Perwakilan Yayasan Anak Pancasila, Juan selaku ketua menyebut kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mempertemukan anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mengekspresikan gagasan perdamaian melalui seni.
“Bersama Yapena kami sama sama belajar disini karena acara ini sangat bermanfaat sekali dan kita dapat mempertemukan anak-anak dari berbagai latar belakang, agama, komunitas bersama sama mencurahkan hati mereka dalam sebuah karya lukisan tema perdamaian. Ini sangat baik dibuat lagi ke depannya,” kata Juan.

Sementara itu, dari Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gema Buddhi) Ketua Umum Bambang Patijaya berharap nilai keberagaman yang ditanamkan sejak dini dapat terus berkembang melalui kolaborasi berkelanjutan.
“Semoga tentang perdamaian dunia dan keberagaman bisa berjalan dan diterapkan dari anak-anak dari usia dini. Selain itu kedepannya kita semua bisa berkolaborasi lagi, itu harapan kami,” ucapnya.
Dukungan serupa disampaikan Gempar Indonesia yang menilai pendidikan toleransi sejak kecil akan menjadi fondasi penting bagi masa depan anak-anak Indonesia. “Dimasa kedepannya anak anak akan selalu mengingat akan toleransi bahwa akan menjadi pondasi mereka. Pesan kami untuk anak anak dimanapun berada adalah terus berkreatifitas,” harap Adi.

Menutup kegiatan, Erna Santoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara bernuansa Imlek tersebut. Ia berharap semangat perdamaian dan persatuan yang ditanamkan dapat terus tumbuh dalam kehidupan generasi muda.


Tinggalkan Balasan