Connect with us

NASIONAL

Konsorsium Pendidikan Non Formal, “Apresiasi” Inisiasi RUU Sisdikmas

Published

on

FEM Indonesia, Bogor – Konsorsium PNF (Pendidikan Non Formal) sebagai komunitas akademisi, mahasiswa, pimpinan organisasi, pelaku, penggiat, praktisi, pemerhati di bidang Pendidikan Non Formal, mengurai berbagai masalah Pendidikan Non Formal.

Perlu diketahui, Konsorsium PNF terdiri dari Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP), Forum Komunikasi Pusat Pendidikan Kegiatan Belajar Masyarakat (FKPKBM), Forum Tutor Pendidikan Kesetaran Nasional (FTPKN), Forum Asosiasi Profesi (Forum AsPro), Forum Lembaga Sertifikasi Kompetensi (Forum LSK), Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (Imadiklus), Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia (HIPKI), Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI), Ikatan Penilik Indonesia (IPI), Forum Sanggar Kegiatan Belajar (Forum SKB) dan para Akademisi PLS/PNF/PENMAS.

“Kami menyambut baik inisisasi pemerintah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (kemendikbud-ristek) menyusun RUU Sisdiknas untuk menggantikan UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang telah berusia dua dekade dimana perlu diselaraskan dengan perkembangan bangsa dan peradaban global saat ini maupun yang akan datang, “ kata Ketua Konsorsium PNF Prof. Dr. Supriyono, M.Pd. didampingi Sekretaris Konsorsium PNF Zoelkifli Adam dalam keterangan siaran persnya, Kamis (24/2/2022).

Supriyono menerangkan, pihaknya memohon dan menghimbau agar penyusunan RUU Sisdiknas melibatkan publik secara terbuka, tanpa kecuali termasuk komunitas PNF dengan perubahan. “Khususnya terkait kesetaraan hukum dan kesempatan yang sama Pendidikan Non Formal dalam sistem pendidikan nasional,” katanya.

Tanbah Supriyono, Konsorsium PNF menjamin persamaan dan kesetaraan antar jalur sistem pendidikan nasional, khususnya untuk menjamin berlangsungnya prinsip pendidikan seumur hidup, belajar sepanjang hayat, dan pendidikan bagi semua. “Hal ini justru berlangsung selepas pendidikan formal adalah di pendidikan non formal,” tambahnya.

Supriyono juga menegaskan bahwa Konsorsium PNF tidak mereduksi makna dan peran PNF dalam sistim pendidikan nasional. “Pendidikan Non Formal sebagai penambah, pelengkap dan pengganti Pendidikan Formal,” imbuhnya.

Supriyono pun ingin RUU Sisdiknas ini perlu menempatkan pendidikan sebagai instrumen berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan pencerdasan kehidupan bangsa. Dan pendidikan tidak diposisikan sebagai komoditi industri, liberalisasi, dan kapitalisasi.

Sementara itu, Drs. H.M. Ali Badarudin, S.H.,M.M. dari Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP), mengkritik RUU Sisdiknas membonsai kesetaraan hukum dan mengebiri peran Lembaga Kursus dan Pelatihan, bak kacang lupa dengan kulitnya. “Kalau mau  jujur, apakah diri kita sendiri, anggota keluarga, dan kolega tidak ada yang tidak pernah ikut kursus atau paket kesetaraan?,” kata Ali.

Menurut Ali, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai pendidikan sepanjang hayat (life long learning) sudah terbukti sangat efektif melaksanakan fungsinya sebagai, penambah, pelengkap dan pengganti pendidikan formal, hal ini dikarenakan LKP sangat fleksibel, multi entry multi exit, adaftif, responsif dan kekinian yang sangat relevan dengan konsep merdeka belajar.

“Selain itu, lulusan LKP sangat bisa diandalkan dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan, yang dapat menjangkau daerah terluar, terdepan dan tertinggal dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. Di masa pandemi covid, hanya LKP yang terus bergeliat secara hybrid learning meningkatkan kemampuan masyarakat tetap siap kerja dan dapat berwirausaha. “ ujarnya.

Harapan Tuppu agar dalam RUU Sisdiknas ini menyebutkan akan satu pasal yaitu Satuan Pandidikan Non Formal (SPNF), antara lain; Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

NASIONAL

Bantu Palestina, BAZNAS JATENG Gelontorkan Rp 1,5 Miliar Infak Kemanusiaan Tahap Dua 

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah (BAZNAS JATENG) menggelontorkan donasi infak kemanusiaan untuk Palestina tahap dua sebesar Rp1.559.081.527 melalui BAZNAS RI. 

Ini dilakukan sebagai wujud kepedulian rakyat Indonesia, terutama masyarakat Jawa Tengah terhadap perjuangan negara Palestina.

Infak kemanusiaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS JATENG, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si kepada Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Turut hadir, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC.) Zainulbahar Noor, SE, Mec, serta para Wakil Ketua BAZNAS JAWA TENGAH.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS JAWA TENGAH yang telah menyerahkan infak kemanusiaan tahap dua sebesar Rp1,5 miliar melalui BAZNAS RI, sebagai bentuk komitmen untuk mendukung perjuangab masyarakat Palestina. 

“Kami ucapkan terima kasih, kami akan menyampaikan komitmen dari masyarakat Jawa Tengah dan menyalurkan infak kemanusiaan tahap dua dari masyarakat Jawa Tengah sebesar Rp1,5 miliar ini untuk rakyat Palestina,” ujar Kiai Noor.

Mantan Anggota DPR RI ini menyampaikan, Provinsi Jawa Tengah merupakan penyumbang infak kemanusiaan terbesar yang disalurkan melalui BAZNAS RI. Sejauh ini, total infak kemanusiaan yang disumbangkan masyarakat Jawa Tengah melalui BAZNAS hampir mencapai Rp50 miliar.

“Tambahan bantuan untuk Palestina yang dikumpulkan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah melalui BAZNAS sebesar Rp1.559.081.527. Ini menambah dari yang sudah disampaikan sebesar Rp48 miliar, sehingga jumlah total saat ini sebesar Rp49.559.081.527. Ini yang terbesar dari seluruh Indonesia,” ungkap Kiai Noor.

Menurut Kiai Noor, situasi yang belum kondusif di Jalur Gaza, Palestina menyebabkan penyaluran bantuan kemanusiaan semakin sulit. Sehingga, lanjutnya, pihaknya akan menunggu momentum yang pas untuk menyalurkan bantuan dalam jumlah besar. “Kami akan menunggu momentum yang pas untuk menyalurkan bantuan ke Gaza karena situasi saat ini sangat sulit untuk menyalurkan bantuan ke Gaza,” katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS JAWA TENGAH, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI. Katanya, bantuan tersebut merupakan amanah dan titipan dari masyarakat Jawa Tengah untuk disalurkan ke Palestina melalui BAZNAS RI.

“Bantuan ini merupakan titipan dari masyarakat Jawa Tengah sebesar Rp1.559.081.527. Mohon untuk disalurkan kepada masyarakat Palestina di saat kondisi sudah aman, sebab tadi pagi saya menyaksikan video orang-orang Israel merusak bantuan yang kita kirimkan. Tentu kita tidak putus asa. Terima kasih BAZNAS RI, matur nuwun,” katanya.

Kiai Ahmad berharap, bantuan yang disalurkan bisa bermanfaat untuk masyarakat Palestina. Dia juga berharap masyarakat Palestina bisa bersabar dan kuat menghadapi ujian yang sedang mereka terima.

“Kami berharap semoga rakyat Palestina bisa hidup dengan aman, nyaman, damai, tentram. Kita juga berharap mereka sabar dan tahan ujian, mudah-mudahan mereka diberikan pahala yang besar atas kesabaran dari ujian yang mereka terima,” harapnya. 

Continue Reading

NASIONAL

Buntut Terbakar Mesin Pesawat Haji Kloter 15 Embarkasi Makassar, Ini Pernyataan Garuda Indonesia!

Published

on

FEM Indonesia – Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-1105 rute Makassar – Madinah yang menerbangkan jamaah haji kloter 5 asal Embarkasi Makassar saat terbang dari bandara Sultan Hasanuddin tiba-tiba mesin pesawat terbakar sehingga pilot pesawat melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Hal ini menimbulkan polemik kelayakan pesawat tersebut untuk operasional terbang di musim haji tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengklaim pesawat Garuda Indonesia GA-1105 rute Makassar – Madinah masih bagus kondisinya.

Ia menjelaskan langkah pilot pesawat Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal yakni Sultan Hasanuddin sebagai langkah cepat  guna memitigasi risiko pada aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan tersebut. 

Dikatakan Irfan, keputusan RTB tersebut diambil oleh Pilot in Command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu engine. 

Atas kondisi itu, engine pesawat diharuskan menjalani prosedur pengecekan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan armada untuk dapat kembali beroperasi.

“Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan tersebut telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 17.15 LT, dan hingga pernyataan ini disampaikan, seluruh penumpang tengah diarahkan kembali menuju asrama untuk menunggu kesiapan pesawat pengganti. Lebih lanjut, seluruh penumpang pesawat tiba di bandara dalam keadaan selamat dan baik, dan akan kembali diberangkatkan secepatnya mengacu pada kesiapan pesawat pengganti. Proses pendampingan jemaah menuju asrama turut melibatkan stakeholder kebandarudaraan terkait guna memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan para penumpang terjaga dengan baik,” ujar Irfan dalam keterangan pers kepada wartawan di Jakarta.

Sebelumnya, GA-1105 yang dioperasikan dengan armada B747-400 diberangkatkan dari Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 15:30 LT dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 21.10 LT. Penerbangan tersebut mengangkut sedikitnya 450 penumpang, yang merupakan rombongan calon jamaah haji asal embarkasi Makassar, serta 18 awak pesawat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh Jemaah Haji pada penerbangan tersebut dan juga Kementerian Agama RI selaku penyelenggara haji. Kami tengah melakukan koordinasi intensif kepada pihak-pihak terkait guna memastikan tindak lanjut  penanganan jamaah untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan,” katanya.

Setelah melakukan koordinasi intensif kepada pihak-pihak terkait, lanjut Irfan, pihaknya telah menerbangkan kembali penerbangan haji GA-1105 pada malam ini pukul 22:02 LT dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Jamaah haji Indonesia kloter 5 Embarkasi Makassar tersebut dapat kembali melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan armada Boeing 747-400 (ER-TRV) dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada Kamis (16/5) pukul 03.40 LT. 

“Pesawat Boeing 747-400 (ER-BOS) yang sebelumnya mengalami kendala teknis tersebut selanjutnya akan berhenti operasional untuk sementara waktu atau grounded guna menjalani inspeksi menyeluruh bersama pihak pihak terkait hingga pesawat tersebut dinyatakan siap untuk kembali terbang,” ungkapnya.

“Sebagai bagian dari langkah mitigasi operasional penerbangan haji dari Embarkasi Makassar agar tetap berlangsung lancar pasca peristiwa tersebut, kami juga telah mempersiapkan alokasi pesawat back up guna memastikan keberangkatan calon jemaah haji selanjutnya berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan,” pungkasnya.

Continue Reading

NASIONAL

Disdik DKI Jakarta Akhirnya Melarang Siswa Menggelar Perpisahan diluar Sekolah

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Buntut kecelakaan maut bus rombongan pelajar Depok di Subang usai study tour, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akhirnya melarang satuan pendidikan menggelar acara diluar sekolah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo mengatakan larangan itu telah ditetapkan melalui surat edaran (SE) yang sudah diteken sejak 30 April 2024.

“Kami sudah keluarkan Surat Edaran tentang makanisme kelulusan peserta didik, mulai dari pengumuman kelulusan sampai pasca. Di pasca itu ada bunyi satuan pendidikan dapat mengadakan kegiatan penyerahan peserta didik pada orangtua wali di lingkungan satuan pendidikan,” jelas Purwosusilo, Rabu (15/5/2024)

Menurutnya, perpisahan yang digelar di luar area sekolah memberatkan orangtua para peserta didik dan berisiko tinggi.

Meski begitu, kata dia, Disdik DKI Jakarta banyak menerima laporan bahwa satuan pendidikan tetap berkeinginan menggelar perpisahan peserta didik di luar area sekolah.

Dengan kata lain, aturan tersebut meminta satuan pendidikan untuk mengadakan kegiatan di lingkungan sekolah, bukan di luar kota. “Sudah banyak yang mengadukan dan kami tindaklanjuti untuk dibatalkan atau diadakan di sekolah,” jawabnya.

Kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (11/5) malam sekitar di jalanan yang menurun, Ciater, Subang. Peristiwa itu melibatkan lima kendaraan, yaitu bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD-7524-OG, mobil Daihatsu Feroza di lajur Subang arah Bandung, serta 3 motor.

Sebanyak 11 orang menjadi korban jiwa. Korban tewas adalah 9 pelajar SMK Lingga Kencana Depok, 1 Guru SMK Lingga Kencana Depok, dan seorang pengendara motor yang merupakan warga Subang. [teks/foto: rudipurwoko]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending