FEM Indonesia, Luwu – Rumah Qur’an Al-Fattah, pusat pendidikan baca tulis Al-Qur’an di Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menyembelih dan menyalurkan hewan kurban berupa tujuh ekor sapi dan tiga ekor kambing.
Ketua Rumah Qur’an Al-Fattah, Ahmadin, mengatakan pelaksanaan kurban tahun ini menjadi kali kelima sejak program tersebut dijalankan. Seluruh hewan kurban dibeli dari peternak lokal di Kabupaten Luwu sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat.
“Alhamdulillah, ini merupakan pelaksanaan kurban yang kelima pada Hari Raya Iduladha. Tahun ini kami mendapat amanah dari para muzakki sebanyak tujuh ekor sapi dan tiga ekor kambing. Hewan kurban tersebut kami beli dari peternak lokal untuk membantu perekonomian budidaya peternakan di Luwu,” ujar Ahmadin.
Menurutnya, para muzakki berasal dari orang tua santri Rumah Qur’an Al-Fattah serta masyarakat sekitar Komesra (Kompleks Masjid Raya) Belopa, Luwu.
Ahmadin menjelaskan, saat ini Rumah Qur’an Al-Fattah memiliki sekitar 100 santri putra dan putri dengan delapan tenaga pengajar. Ia menilai keberadaan lembaga pendidikan tersebut turut membantu peningkatan kemampuan baca Al-Qur’an anak-anak di daerah itu.
“Alhamdulillah, melalui pendidikan di Rumah Qur’an Al-Fattah sudah banyak anak yang bisa membaca Al-Qur’an. Secara tidak langsung, kami juga turut membantu Pemerintah Kabupaten Luwu agar anak-anak sekolah dapat membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Rumah Qur’an Al-Fattah, Ustazah Fatmawati, menuturkan bahwa program kurban Iduladha ini merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan sejak 2022. Program tersebut bertujuan memfasilitasi para muzakki yang ingin berkurban sekaligus menyalurkan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain memberikan manfaat sosial melalui distribusi daging kurban kepada mustahik di kawasan Komesra Belopa, program ini juga berdampak pada pemberdayaan peternak rakyat lokal di Kabupaten Luwu.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah muzakki untuk kurban sapi meningkat menjadi tujuh ekor. Satu ekor sapi diperuntukkan bagi tujuh orang pekurban dengan kisaran harga Rp18 juta hingga Rp22 juta per ekor. Sementara kambing berjumlah tiga ekor dengan harga sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor,” jelas Fatmawati, yang juga merupakan guru di SMK Negeri 2 Luwu.
Ia menambahkan, daging kurban disalurkan kepada sekitar 70 kepala keluarga mustahik, termasuk fakir miskin di wilayah Komesra Belopa dan sekitarnya.
“Kami menyalurkan daging kurban kepada 70 kepala keluarga mustahik di Komesra dan masyarakat fakir miskin di Belopa, Luwu,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan