Connect with us

NASIONAL

Soroti PLTA Batang Toru Sumatera Utara, Orang Utan Jadi Isu Diskusi Publik…

Published

on

FEM Indonesia – Isu masa depan Orang Utan Tapanuli pada ekosistem Batang Toru kembali diangkat. Diskusi yang melibatkan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat dan mahasiswa digelar pekan lalu, di Tebet Jakarta. 

Diskusi menyoroti Pembangunan PLTA Batang Toru yang dilakukan dengan memperhatikan lingkungan, khususnya satwa orang utan guna tetap lestarinya ekosistem alam. 

Peneliti Kehutanan Universitas Sumatra Utara, Onrizal mengatakan, sejauh ini pengembangan dan operasi PLTA Batang Toru belum ada gejala kerusakan ekosistem alam akibat campur tangan manusia. Pasalnya, belum ada bukti faktual bahwa PLTA Barangtoru membuat orang utan Tapanuli punah. Itu dikarenakan lahan yang dibutuhkan hanya sedikit dan konservasi juga masih terjaga.

“Kalau kita lihat PLTA ini hanya memakan lahan sekitar 122 hektare dibandingkan dengan luas hutan primer di sana yang ratusan ribu hektare,” ujarnya dalam sebuah FGD World Wild Life Day dengan tema Perlindungan ekosistem Batang Toru dan Konservasi Orang Utan Tapanuli, Kamis (9/3/2023).

Merunut di tahun 2020 silam, sebuah studi bertajuk, Managing the Potential Threats of Tapanuli Orang Utan (Pongo Tapanuliensis) telah dilakukan oleh Tim Universitas Nasional (UNAS) yang melibatkan sejumlah ahli orang utan dan pakar biodiversitas, antara lain: Dr. Jito Sugardjito, Dr. Barita O. Manullang dan Yokyok Hadiprakarsa dan dipimpin oleh Didik Prasetyo, PhD. yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia (PERHAPPI). 

Pada studi tersebut disebutkan bahwa hanya 6 individu orang utan yang memiliki habitat inti di lokasi terdampak (AOI) atau lokasi PLTA Batang Toru. Sementara jumlah tersebut hanya mewakili 0,8% dari estimasi total 700 individu yang ada di seluruh ekosistem Batang Toru.

“Dengan mitigasi dan konservasi orang utan Tapanuli yang tepat dilakukan oleh PLTA Batang Toru, maka orangutan Tapanuli tersebut akan terjaga keamanan dan keselamatannya,” ujar Didik Prasetyo PhD, pada saat workshop bertemakan “The Conservation Initiatives for the Tapanuli Orangutan” yang diadakan oleh LSM Internasional PanEco di Medan, pada saat pemaparan studi mengenai orang utan Tapanuli tersebut.

Terlihat jelas bahwa pemahaman mengenai orang utan Tapanuli yang benar, sangat dibutuhkan datang dari para ahli. Terlebih dari para ahli orang utan Indonesia. Hal ini pernah dikemukakan oleh Dr. Jito Sugardjito, ahli orang utan senior dari Universitas Nasional. “Orang utan itu adanya di Indonesia, ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk menjadi ahli-ahli di negeri sendiri, sudah semestinya kita menjadi terdepan untuk mengelola aset bangsa kita, termasuk orang utan,” kata Dr. Jito Sugardjito.

Sementara Dr. Barita O. Manullang, seorang pakar biodiversitas, pada saat Dies Natalis UNAS ke 70, juga pernah mengatakan bahwa dengan menunjukkan kepemimpinan dan regenerasi para pakar orang utan Indonesia ke dunia, maka asumsi-asumsi yang keliru mengenai orang utan dapat dihilangkan. Tentunya dengan dasar-dasar keilmuan yang tepat.

Dr. Wanda Kuswanda adalah Doktor orang utan Tapanuli pertama di Indonesia. Sehari harinya bekerja sebagai peneliti utama pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, berhasil menemukan model mitigasi konflik manusia-satwa liar dengan pendekatan ekologi, sosial-ekonomi, budaya dan kelembagaan dalam skala lansekap.

Dalam disertasinya, ia berpendapat, bahwa populasi orang utan Tapanuli sebagai spesies yang terancam punah masih dapat meningkat, salah satunya adalah dengan mitigasi yang tepat dalam menangani konflik antara manusia dan orang utan.

Mitigasi tersebut antara lain dengan memberikan kompensasi dalam bentuk non tunai kepada petani pemilik lahan, pengamanan habitat dan monitoring populasi pada hutan konservasi, membangun koridor melalui pengayaan pakan di lahan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta mengembangkan ekonomi alternatif yang tidak membutuhkan lahan yang luas untuk mengurangi pembukaan lahan baru di habitat orangutan tersebut.

Sudah saatnya pakar-pakar orang utan Indonesia lebih dikenal oleh publik dengan keilmuannya melalui publikasi media, sehingga dapat menghindari kesalahpahaman yang bisa berujung pada polemik atau bahkan rekayasa isu lingkungan hidup yang bisa terjadi karena informasi yang kurang tepat dan benar.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

NASIONAL

Kunjungi Indonesia, Grand Syekh Al Azhar Bawa Pesan Toleransi dan Moderasi

Published

on

FEM Indonesia – Lawatan Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb selama empat hari di Indonesia membawa pesan penting bagi warga bangsa, yaitu toleransi dan moderasi. 

Hal ini disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas usai melepas kepulangan Grand Syekh ke Mesir di Bandara Soekarno Hatta Banten, pada Jumat (12/7/2024) dini hari. 

“Ini membawa pesan baik bagi seluruh warga bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Bahwa jalan tengah ini dapat menjadi pilihan bagi kita untuk membangun hubungan antarumat manusia,” kata Menag. 

Kepada Menag, Grand Syekh mengaku senang dan puas bisa berkunjung ke Indonesia karena mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia, tidak hanya muslim tapi juga umat dari berbagai agama. Selama di Jakarta, Grand Syekh juga bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Pertahanan yang juga Presiden Indonesia Terpilih Prabowo Subianto, serta tokoh agama, serta banyak ulama dan cendekiawan di Indonesia.

Momentum kehadiran Grand Syekh beserta delegasi juga dimanfaatkan Kementerian Agama untuk meresmikan Markaz Tathwir cabang Indonesia. Lembaga ini akan membantu calon mahasiswa yang ingin belajar ke Al Azhar, Kairo, Mesir.

“Lembaga ini nantinya akan memberi kepastian dan kemudahan, khususnya bagi anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Kita sudah siapkan tempatnya di Ciawi Bogor. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat dimanfaatkan,” terang Menag.

Hadir mendampingi Menag, Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo dan Adung Abdul Rohman. 

Diketahui, lawatan Grand Syekh di Indonesia berlangsung selama empat hari, 8 – 11 Juli 2024. Selain bertemu dengan Presiden dan Wakil Presiden, Grand Syekh juga bertemu dengan pimpinan ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah, termasuk mengunjungi Pesantren Darunnajah di Ulujami, Jakarta Selatan. 

Continue Reading

NASIONAL

Rakyat Indonesia Percayakan BAZNAS Sumbangkan 32 Miliar untuk Palestina Melalui Grand Syekh Al-Azhar

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Indonesia diwakili Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyerahkan sumbangan kemanusiaan untuk Palestina melalui Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb sebesar 2.000.000 dolar AS atau sekitar lebih dari Rp32 miliar.

Sumbangan ini nantinya akan disalurkan melalui lembaga Bayt Zakat Wa As-Shadaqat. Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir adalah lembaga zakat resmi Mesir yang terpercaya, juga merupakan lembaga di bawah naungan Grand Syekh Al-Azhar, dan memiliki banyak akses internasional. 

Simbolisasi penyerahan digelar di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/7/2024) yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, serta Musytasyar Grand Syaikh Al-Azhar untuk Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Prof. Dr. Sahr Nasr. 

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Mesir dan Grand Syekh Al-Azhar atas kerja samanya membantu BAZNAS dalam menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina. 

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah disalurkan ke Gaza selama ini sehingga BAZNAS juga dapat dipercaya oleh masyarakat di Indonesia,” ucapnya. 

Ia uga mengucapkan terima kasih karena selama ini apa yang dilakukan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat banyak memberikan dorongan bagi masyarakat Indonesia untuk membantu masyarakat Gaza, Palestina. 

“Kami juga berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dalam bentuk kerja sama lainnya dalam rangka untuk kesejahteraan umat,” jelas mantan anggota DPR RI ini sumringah.

Kiai Noor menambahkan, dalam kesempatan ini pihaknya menitipkan bantuan dari rakyat Indonesia untuk Palestina sebesar 2 juta dolar AS. Sebelumnya, telah menyalurkan bantuan melalui Bayt Zakat Wa As-Shadaqat sebesar 1,3 juta dolar AS, sehingga tota bantuan yang disalurkan sebesar 3,3 juta dolar AS. 

Sementara itu, Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS atas kerja samanya selama ini dengan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir. 

“Saya mengikuti betul aktivitas BAZNAS, dan saya sangat mengapresiasi upaya-upayanya terutama dalam membantu mahasiswa dan pelajar Palestina yang ada di Al-Azhar bahkan kami juga memberikan kepada pelajar dan mahasiswa Palestina di Mesir yang berada di luar Universitas Al-Azhar,” ungkapnya.

Sejak November 2023, BAZNAS telah menyalurkan bantuan sebesar Rp55.735.152.395 pada masa darurat. BAZNAS juga melakukan penyaluran bantuan bekerja sama dengan berbagai pihak di antaranya, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kedutaan Besar Indonesia di Mesir, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Women’s Center Althouri Silwan (Palestina), Egyptian Red Crescent (Mesir), Mishr Al Kheir (Mesir), serta Bayt Zakat Wa As-Shadaqat (Mesir). 

Adapun bantuan yang disalurkan tersebut telah diterima oleh 349.501 orang di Gaza, Palestina, dan angka tersebut masih akan terus bertambah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, MSi, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc, MA, serta Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat MSi. 

Continue Reading

NASIONAL

Gandeng Manchester City dan Rumah Cemara, Midea Edukasi Pemuda Tentang Bola dan Kepemimpinan

Published

on

FEM IndonesiaMidea dengan bangga mengumumkan pelaksanaan fase terbaru dari inisiatif komunitas sepak bola global di Bandung, Indonesia. Bekerja sama dengan Manchester City dan Rumah Cemara, inisiatif ini terus mengedukasi pemuda tentang sepak bola, kepemimpinan, dan keberlanjutan.

Selain mengedukasi masyarakat, Midea juga menyumbangkan 50 peralatan rumah tangga ke pihak Rumah Cemara yang telah membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan amanbagi “Young Leaders” dan seluruh pihak yang terlibat dalam sesisepak bola ini.

Hal ini juga didukung oleh badan amal klub Manchester City, City in the Community (CITC), dengan program yang diselenggarakan oleh 2 pelatih Manchester City dan 30 Young Leaders yang dilatih untuk mendorong generasi yang lebih aktif.

Untuk menandai inisiatif terbaru sepak bola, Midea menyelenggarakan acara di pusat pelaksanaan Rumah Cemara yang menampilkan upacara pembukaan dan penampilan daripemain sepak bola freestyler setempat. 

Hafizh Maulana, Head of Marketing Communication, Midea Indonesia, memaparkan bahwa Midea Global telah menjadi mitra Manchester City sejak tahun2020 dan tahun ini Midea berkolaborasi untuk pertama kalinyadengan kegiatan Young Leaders ini. Dan pada tahun 2024 Manchester City dan Midea Global juga berpartisipasi dalam kegiatan komunitas sepakboladi dua negara, yaitu Brazil dan Indonesia.

“Selain memberikan pelatihan keahlian bagi mereka, Manchester City juga memberikan peralatan sepak bola untukdigunakan selama kegiatan tersebut berjalan” ujar HafizhMaulana dalam keterangan siaran persnya, Selasa (9/7/2024).

Rumah Cemara memiliki program Divisi Sport for Development melalui kegiatan sepak bola yang bertujuan untuk perubahansosial. Selain kegiatan amal Midea untuk komunitas sepak bola, hal ini juga membentuk terjalinnya kerjasama yang baik dengan Manchester City.

“Sebelum Young Leaders Festival diadakan, telah dilaksanakan pelatihan selama 3 hari dari Kamis hingga Jumat, ada pelatihandari Pelatih Manchester City yang datang langsung ke Bandung dan mereka memberikan sesi materi pelatihan untuk para pelatihmuda. Program Young Leaders dari Rumah Cemara ini akan disalurkan kepada mitraatau komunitas untuk dapat melatih pemain sepak bola pemulaatau anak-anak,” terang Shilpi dari Rumah Cemara.

Selain pelatihan teknis, tambah Shilpi, Rumah Cemara juga menyisipkan isu-isu sosial ke dalam fun football seperti HIV Aids, bullying, kesetaraan gender, dan isu lingkungan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending