FEM Indonesia, Jakarta — Meski menunjukkan daya tariknya di bioskop Tanah Air, film untuk anak Na Willa Karya terbaru dari Visinema Studios yang disutradarai Ryan Adriandhy ini baru bisa menembus lebih dari 520 ribu penonton di hari Liburan Lebaran tahun ini.

Padahal sebelumnya film ini digadang gadang bakal melejit seperti film Jumbo yang meraih angkah puluhan juta penonton.

Meski begitu, Respons emosional datang dari berbagai kalangan. Aktor El Putra Sarira mengaku tersentuh hingga menangis setelah menyaksikan film tersebut.

“Nonton dua kali, hati saya selalu tersentuh. Saya seperti diajak kembali ke masa kecil ke pasar, melihat ayam-ayam kecil. Heartwarming sekali,” ujarnya.

Tak hanya El Putra, sejumlah figur publik seperti Devano, Eva Celia, hingga Baila turut memberikan apresiasi tinggi. Bahkan, Devano menyebut Na Willa sebagai “film terbaik sepanjang masa”, sementara Eva Celia mengaku tak kuasa menahan air mata usai menonton.

Kehangatan cerita juga didukung oleh penampilan memikat para aktor cilik Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy yang berhasil mencuri perhatian dan menjadi idola baru di kalangan penonton.

Di media sosial, film ini juga memantik nostalgia lintas generasi. Salah satu warganet mengungkapkan pengalaman menonton bersama ibunya yang merupakan guru PAUD, dan merasa adegan-adegan dalam film begitu dekat dengan keseharian anak-anak.

Apresiasi juga datang dari sutradara senior Riri Riza. Menurutnya, Ryan Adriandhy berhasil menghidupkan cerita Na Willa menjadi film yang tidak hanya istimewa secara naratif, tetapi juga memiliki kedekatan emosional yang kuat.

“Bukan hanya cara berceritanya yang menarik, tapi juga kedekatannya dengan perasaan,” kata Riri.

Diangkat dari Kisah Nyata

Salah satu kekuatan utama Na Willa terletak pada kedekatan ceritanya dengan realitas. Film ini diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo yang terinspirasi dari kisah masa kecilnya di Gang Krembangan.

Reda mengungkapkan bahwa kawasan yang dulu sederhana kini telah banyak berubah. Namun, kenangan masa kecil bersama teman-temannya tetap hidup, termasuk pertemuan kembali dengan sahabat lamanya, Farida, yang masih tinggal di lokasi tersebut.

Meski demikian, kisah ini juga menyimpan sisi haru. Reda mengaku mengetahui bahwa salah satu temannya telah meninggal dunia, sementara yang lain telah berpindah tempat tinggal.

Sutradara Ryan Adriandhy pun menyampaikan rasa terima kasih kepada penonton atas sambutan hangat terhadap film ini.

“Terima kasih telah berempati pada anak-anak di cerita ini, mencoba melihat dari sudut pandang mereka tanpa memaksakan kacamata orang dewasa,” ujarnya.

Sejak penayangannya, Na Willa tak hanya menghibur, tetapi juga memicu diskusi tentang pola asuh anak hingga rekomendasi literasi anak. Film ini berhasil membangun koneksi emosional yang kuat, membuat banyak penonton merasa menjadi bagian dari cerita.

Dengan respons positif yang terus mengalir, Na Willa kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu film keluarga Indonesia paling berkesan tahun ini.