FEM Indonesia, Jakarta – Industri film Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film keluarga berjudul Na Willa yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum Lebaran.
Film produksi Visinema Studios ini ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, serta diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari. Ketiganya sebelumnya sukses mencuri perhatian publik lewat film animasi Jumbo yang tayang pada Lebaran tahun lalu.
Melalui Na Willa, penonton diajak kembali merasakan kebahagiaan sederhana masa kecil hidup bebas, riang, dan penuh imajinasi. Film ini juga menjadi debut Ryan Adriandhy sebagai sutradara film live action setelah sebelumnya dikenal lewat karya animasi.
Dengan latar Indonesia pada era 1960-an, kisah dalam film ini mengikuti petualangan Na Willa bersama Geng Krembangan yang menjelajahi gang, pasar, hingga lapangan tempat mereka bermain layangan dan kelereng.
Suasana tersebut dihadirkan untuk membawa penonton dewasa bernostalgia dengan kegembiraan masa kecil, sekaligus mengajak anak-anak merayakan rasa penasaran dan imajinasi tanpa batas.
Ryan Adriandhy mengatakan setiap orang pernah merasakan dunia seperti yang dialami Na Willa.
“Kita semua pernah jadi Na Willa. Hal-hal yang dianggap sederhana oleh orang dewasa bisa terasa sangat besar bagi anak-anak. Perasaan rindu masa kecil itu universal dan akan selalu relevan sepanjang masa,” ujar Ryan.
Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo. Untuk memperkuat nuansa cerita, Visinema juga menggandeng trio musisi Laleilmanino yang menciptakan original soundtrack berjudul “Sikilku Iso Muni.”
Deretan pemeran dalam film ini menampilkan kombinasi aktor anak, pendatang baru, hingga aktor senior Indonesia. Mereka di antaranya Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya, dan Ratna Riantiarno.
Produser sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menghadirkan film keluarga yang hangat dan relevan bagi penonton Indonesia, khususnya di momen Lebaran.
“Film keluarga bukan sekadar hiburan, tetapi ruang emosional tempat generasi bertemu—anak, orang tua, bahkan anak dalam diri kita. Melalui Na Willa, kami ingin menghadirkan cerita yang hangat, imajinatif, dan bisa dinikmati bersama di bioskop,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Visinema Studios Herry B. Salim menilai Na Willa berpotensi menjadi kekayaan intelektual (IP) lokal yang kuat setelah keberhasilan Jumbo.
Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo, mengaku tersentuh melihat adaptasi film tersebut. Ia berharap kisah ini dapat menjadi ruang bagi orang tua untuk lebih memahami dunia anak-anak.
“Saya ingin orang tua kembali mendengar suara anak-anaknya dan merawat semangat masa kecil yang ada dalam diri kita,” kata Reda.
Sejumlah penonton yang telah menyaksikan film ini melalui special screening juga memberikan respons positif. Banyak yang menilai Na Willa sebagai film yang hangat, indah, dan penuh keajaiban.
Dengan kisah penuh imajinasi dan kehangatan keluarga, Na Willa diharapkan menjadi salah satu tontonan yang menghidupkan suasana Lebaran 2026 di bioskop Indonesia.


Tinggalkan Balasan