Connect with us

Movie & TV

Nganter Teman Casting, Hanindyta Malah Dapat Peran di Sinetron ‘Ikatan Cinta’

Published

on

FEM Indonesia – Bermula iseng hanya mengantar temannya casting ke MNC Pictures, di Jakarta Timur, penyanyi cantik Hanindyta malah kebagian keberuntungan.

Pasalnya, Hanin malah yang dipilih untuk main di sinetron “Ikatan Cinta”. Lantas, pada hari Senin (20/7/2021) kemarin, Hanin dapat callingan syuting di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

“Tapi ini mendadak pagi-pagi banget jam 4, dikabarinya langsung cuss syuting,” kata Hanindyta seperti dilansir dari labelnya, Nagaswara News, Kamis (22/7/2021).

Pelantun tembang “Sayang Akoh” asal Medan, Sumatera Utara mendapat kesempatan besar, malah mengaku deg-degan. Dengan alasan bahwa hal ini baru pertama kalinya mendapat peran di sinetron yang saat ini sangat digandrungi masyarakat di tanah air.

“Aku nggak nyangka, karena aku masih belajar tapi orangnya minta aku dari beberapa pilihan peran yang casting kemarin,” tambah perempuan berzodiak Leo. 

Saat di lokasi syuting Hanin mengaku sempat ragu-ragu ketika pertama kali take adegan peran sebagai staff wedding organizer berhadapan dengan nama bintang besar. “Gerogi banget aku, berakting melawan para bintang senior di sinetron ‘Ikatan Cinta’ ini,” tandas Hanin.

Meski baru mendapat bagian peran beberapa scene, Hanin akan menjalani peran tersebut secara berkelanjutan di sinetron yang ditayangkan setiap hari di RCTI yang dibintangi Amanda Manopo, Arya Saloka, Evan Sanders dan Glenca Chysara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Movie & TV

Pertama Kalinya di Indonesia, Film Pengabdi Setan 2: Communion, Berteknologi IMAX

Published

on

By

FEM Indonesia – Film Pengabdi Setan 2: Communion, yang sebentar lagi tayang serentak, diam-diam menjadi film pertama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang telah menjalani proses Digital Remastering (DMR) menggunakan teknologi IMAX.

Pasalnya, film garapan sutradara gaek,Joko Anwar kali ini bakal memberikan terobosan dengan menggunakan teknologi IMAX untuk menghadirkan kepuasan menonton dan pengalaman sinematik yang lebih memuaskan bagi para pecinta film.

Film dengan terobosan baru ini, Joko Anwar, sutradara dan penulis skenario Pengabdi Setan 2: Communion’ mengutarakan kebanggaannya akan pencapain ini.

“Kami sangat senang berkolaborasi dengan IMAX untuk menghadirkan Pengabdi Setan 2: Communion’ yang telah menjalani proses DMR menggunakan teknologi IMAX. Kami ingin memberikan yang lebih kepada penonton, step up the game, bukan hanya menghadirkan keseruan bagi penonton. Dengan pengalaman sinematik yang lebih nyata, pecinta film dapat memasuki dunia Pengabdi Setan 2: Communion’ untuk merasakan thrill and ride yang lebih mendebarkan,” kata Joko Anwar dalam konferensi persnya di Gandaria City, Jakarta Selatan ( 25/07/2022).


Preetham Daniel, Vice President – Theatre Sales: India, South East Asia, Australia and New Zealand IMAX mengatakan alasannya memilih film ini sebagai yang pertama yang menjalani proses digital remastering dengan menggunakan teknologi IMAX. Ia beralasan bahwa Pengabdi Setan 2: Communion’ adalah film dengan IP yang kuat dan mempunyai teknis dengan kualitas tinggi sehingga layak mendapatkan treatment IMAX.

Kesempatan eksklusif untuk menjadi yang pertama menonton film ini di layar IMAX akan tersedia secara terbatas di seluruh studio IMAX di Cinema XXI, Sabtu 30 Juli 2022 pada show terakhir dimana pre sale tiket dapat dibeli mulai Selasa, 25 Juli 2022.

Berikut daftar studio IMAX yang akan menghadirkan Special Screening Show: Gandaria City IMAX (Jakarta), Kelapa Gading IMAX (Jakarta), Summarecon Mal! Serpong IMAX (Tangeranp), The Breeze IMAX (Tangerang), Summarecon Mall Bekasi IMAX (Bekasi), AEON Mall Sentul City IMAX (Bogor), Tunjungan 5 IMAX (Surabaya), Pakuwon IMAX (Surabaya), dan Delipark IMAX (Medan).

Continue Reading

Movie & TV

Jadi Content Killer, Transvision Tayangkan Film Spider-Man: No Way Home

Published

on

FEM Indonesia – Bagi penggemar film keluaran Marvel, aksi manusia laba-laba alias Spiderman dapat dilihat pada 17 Juli 2022. Film Spider-Man : No Way Home ini merupakan sekual ketiga dari film sebelumnya, yakni Spider-Man: Homecoming (2017) dan Spider-Man: Far From Home (2019).

Acting manusia laba-laba pada film Spider-Man: No Way Home ini bisa disaksikan melalui Transvision Satelite, Hi-Speed dan Xstream untuk paket Platinum & Diamond di channel AXN pukul 20.45 WIB.

“Transvision sebagai salah satu industri pay TV di Indonesia, tentu berupaya untuk selalu menghadirkan tayangan yang dapat menghibur dan diminati masyarakat. Selain channel regular yang kami miliki, di tanggal 17 Juli 2022 ini untuk para pelanggan Transvision, jangan lupa saksikan salah satu tayangan premier dari film Spider-Man: No Way Home yang menjadi content killer kami di bulan Juli minggu ini. Karena bersifat premier, jangan sampai terlewatkan,” papar Direktur Marketing & Sales Transvision, Brando Tengdom.

Brando menambahkan selain keseruan aksi manusia laba-laba, masih akan ada tayangan menarik lainnya yang informatif, edukatif, inspiratif dan menghibur yang dapat disaksikan melalui tv berlangganan Transvision. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Movie & TV

Diskusi Film ‘Naga Naga Naga’, Waroeng Ta’Gentar Hadirkan Aktor Deddy Mizwar

Published

on

By

FEM Indonesia – Sejak hadirnya Waroeng Ta’Gentar (WTG) yang berlokasi di Icon Walk Mall, Jalan Raya Merdeka No. 1 Karawaci, Tangerang, sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama generasi muda.

Keberadaan tempat kuliner dan entertainment ini patut diacungi jempol, karena bukan saja memberikan hiburan. WTG juga aktif menyelenggarakan kegiatan positip yang visionir, seperti acara yang diadakan Senin (27/6/22), yang bertajuk Forum Diskusi Film Naga Naga Naga.


Diskusi yang digelar dalam perspektif budaya dan nasionalisme, menghadirkan aktor senior, Deddy Mizwar sebagai narasumber dan dimeriahkan oleh Rollies Tribute yang melantunkan lagu-lagu lawas Rollies.

Menurut Deddy Mizwar, sekuel flim Naga bonar, Naga bonar jadi 2 dan Naga Naga Naga adalah sebuah refleksi kecintaan terhadap negeri ini, dimana film harus menjadi bagian dari gerakan kebudayaan demi mengangkat harkat martabat bangsa.

“Selain itu, Industri perfilman Indonesia juga butuh keterlibatan pemerintah, karena keberhasilan negara Korea dibidang perfilman tidak lepas dari peran pemerintahnya,” ujarnya.


Disisi lain, S.R. Chandra selaku inisiator program event ini mengatakan, bahwa Film Naga Naga Naga bak penawar dahaga disaat kerongkongan bangsa ini kehausan tontonan yang berkebudayaan dan sebuah refleksi keberanian berkebudayaan yang out of the box. “Dalam rangka menantang derasnya pengaruh artifisial intelijen (kecerdasan buatan) merasuki sendi-sendi 
kehidupan bangsa ini,” jelas seniman puisi itu.

Menurutnya film Naga Naga Naga, patut di apresiasi sebagai raw model perlawanan terhadap dampak negatip dari tata nilai masyarakat digital yang melahirkan budaya klik and share dan kerapkali bertentangan dengan etika nilai masyarakatnya sebagai mahakarya para leluhur bangsa ini.

“Semoga film Naga Naga Naga akan menstimulan kekebalan alami bagi terjaganya nilai nasionalis mendalam di tubuh Indonesia raya,” tandas S.R. Chandra.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending