Connect with us

Movie & TV

Main Film Horor, Dianna Dee Sempat Diganggu Makhluk Halus di Kamar Mandi

Published

on

FEM Indonesia – Setelah sukses merilis dua single bersama label Nagaswara berjudul “Warna Warna” dan “Angel Wes Angel”, Dianna Dee Starlight mulai merambah dunia film.

Dianna akan hadir di film pertamanya bergenre horor “Villa Angker Lembang” dan didapuk menjadi tokoh utama dalam garapan rumah produksi Dream Max.

Main film dan harus syuting di lokasi angker, Dianna mengaku punya pengalaman menegangkan dan menakutkan.

“Karena proses syuting film ini selama sebulan di sebuah villa yang merupakan tempat pembunuhan jaman Belanda. Lokasinya terletak di tengah hutan, dan jauh dari pemukiman penduduk. Dari awal hingga akhir menegangkan dan menakutkan,” beber Dianna Dee Starlight dilanasir dari Nagaswara News, Senin (5/4/2021).

Selama syuting, selebgram yang akrab disapa Dee harus menetap selama sebulan di lokasi villa yang angker. Dan mendaparkan pengalaman yang seru, apalagi saat take scene menyeramkan di malam hari.

“Selama pembuatan film ini banyak pemain dan kru yang kerasukan, dan paling menyeramkan saat scene di kamar mandi. Ternyata, di kamar mandi tersebut terjadinya pembunuhan saat itu, dan ada yang manggil nama aku. Wihhh…serem,” aku Dianna.

Film Villa Angker Lembang disutradarai oleh Sameer Shaikh dan dibintangi selain Dianna Dee ada Ilyas Bachtiar, Toto Soegriwo, Fadhel Muhammad dan Gracia Marcilia direncanakan tayang 8 April 2021.

Movie & TV

Aktor dan Produser Evry Joe Umumkan Yayasan Rumah Film Indonesia

Published

on

FEM Indonesia – Turut mendukung dan memajukan dunia perfilman Indonesia, aktor senior dan produser Evry Joe mengumumkan keberadaan Yarfi atau Yayasan Rumah Film Indonesia.

Gagasan mendirikan Yayasan Rumah Film Indonesia kata Evry sebenarnya sudah di rillis 7 Tahun yang lalu di gedung film Jakarta. Dan baru tahun ini resmi berdiri dan berjalan.

“Sebagai salah satu pelaku dan pekerja seni dalam industri perfilman Indonesia, tentunya saya memiliki tanggung jawab moril untuk turut memajukan dan ikut serta berpartisipasi dalam membangkitkan perfilman Nasional,” kata Evry Joe dalam keterangan siaran persnya, Senin (12/4/2021).

Pemilik nama Hevizon Yulis dan duduk sebagai ketua umum Yarfi menambahkan, bahwa maksud dan tujuan berdirinya Yayasan Rumah Film Indonesia (YARFI) ini bukan hanya bertiorika tapi atas dasar peran aktif muncul ide dan gagasan membentuk sebuah wadah/tempat untuk berkarya.

“YARFI juga untuk mengembangkan industri perfilman di Tanah Air dengan cara berbagi pengetahuan dan pengalaman serta konsekuensi pada profesi sebagai pelaku/pekerja seni dalam industri perfilman Indonesia,” jelasnya.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Rumah Film Indonesia (YARFI) Amran Rusnadi, S.T., mengatakan bahwa YARFI’ Rumah Film harus jalan action dan mempunyai tanggung jawab untuk membantu mengembangkan dunia perfilman tanah air.

Untuk diketahui, saat ini Yarfi sedang mempersiapkan memproduksi film pendek bertemahkan: Indonesia bersih dari Narkoba (INDONESIA BERSINAR) dan WAR ON DRUGS Perangi Narkoba bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Jakarta Selatan dan BNN-P Jawa Barat.

“Sebagai Roll Model the projects short movie, sebelum kami memasuki program yang lebih besar yaitu pelaksanaan perhelatan akbar Festival Film pendek se-Indonesia bertemakan bahaya Narkoba, yang akan memperebutkan piala dari Bapak Presiden RI dan Kepala BNN RI,” tandas Evry.

Continue Reading

Movie & TV

Main Film, Velline Chu Senang Bisa Akting Marahin Aktris Senior

Published

on

FEM Indonesia – Pedangdut cantik seksi, Velline Chu kini mulai terjun menekuni dunia akting dan langsung membintangi film berjudul “Butir Butir Cinta di Laut “.

Di film itu, Velline beradu akting dengan sederet artis sinetron Tyas Mirasih, Andrew Andhika, Faradina Tika dan Bastian Steel.

“Bisa main film tentunya senang banget karena ini juga impian aku sejak lama. Meski harus menghadapi tantangan baru, prinsipnya aku harus memancang sikap profesional,” ujar Velline Chu dilansir dari laman Nagaswara News, Senin (12/04/2021).

Dalam film drama romantik dan disutradarai oleh Leo Guzroy yang digarap PH Sinergy dengan produser Lenny Hartono akan tayang di TV Online.

“Di film ini aku adu akting sama Tyas Mirasih. Baru kali  ini lho aku bisa marah-marahin dan adegan mendorong artis senior. Awalnya aku sempat grogi tapi ya aku berusaha kerja seprofesional dan akhirnya lancar,” ungkap Velline.

Main film, personil Dua VW mengaku tak mau muluk-muluk jauh bakal beken seperti seniornya. Katanya yang penting bisa menerapkan sikap profesional dan disiplin soal waktu. “Doakan banyak yang nonton film aku ya, amin!,” tutup Velline Chu

Continue Reading

Movie & TV

Tayang Serentak 1 April, Film “Jangan Sendirian” Targetkan 1 juta Penonton

Published

on

FEM Indonesia – Film garapanya berjudul “Jangan Sendirian” tayang serentak hari ini, Kamis, 1 April 2021, Produser Eksekutif AdGlow Pictures, Aji Fauzi mengungkapkan bangga dan harapan-nya.

Pasalnya, filmnya bergenre thriller horor, yang dibesut oleh sutradara X Jo, selain tayang diseluruh Indonesia, juga menyusul di 5 Negara Asean, Jepang dan Eropa serta di aplikasi film sekala dunia.

Film yang dibintangi 4 anak muda, Agatha Vallerie, David John Schaap, Jasi Michelle Tumbell, Henry Boboy, dan mendiang aktor senior Robby Sugara  kata Aji Fauzi akan ditargetkan capai 1 juta penonton meskipun dirasa sulit lantaran masih suasana pandemi covid19.

“Film ini unik menarik dan genre horor yang baru. Buktinya setelah nonton trailernya teman-teman dari negara ASEAN langsung tertarik dan mau ambil film kita. Jadi Alhamdulillah film ini akan menembus pasar di Malaysia, Singapura, Brunei, Kamboja dan Vietnam,” ujar Aji Fauzi, Kamis (1/4/2021).

Aji menambahkan, dengan tayangnya film Jangan Sendirian juga akan menjadi momentum kebangkitan film-film produksi lokal sejak pandemi covid 19 setahun lalu.

“Film ini bukan saja akan tayang di Asean tapi karena kita juga akan berangkat ke Asia Pacific, ke Jepang dan Eropa supaya diterima disana dan semoga ini akan berjalan sesuai harapan kami semua. Mereka disana setelah tayang di Indonesia, meminta agar gambar, efek film harus diupgrade lagi disesuaikan, kalau mau tayang disana,” beber Aji.

Film Jangan Sendirian seharusnya kata Aji tayang pada Maret 2020, tapi harus tertunda karena pandemi melanda Indonesia. Setelah tayang di Indonesia, barulah film Jangan Sendirian bakal menemui pemirsa yang lebih luas di luar negeri.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending