Connect with us

NASIONAL

Sambut Hari Kesehatan Nasional 2023, Yayasan WINGS Peduli Edukasi Ratusan Anak Melalui Dongeng

Published

on

FEM IndonesiaYayasan WINGS Peduli mengedukasi ratusan anak mengenai pengelolaan sampah yang bertanggungjawab melalui media dongeng untuk membentuk PHBS, khususnya kebiasaan baik untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh sampah. 

Melalui kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan, kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-59 pada Festival Ayo Sehat, yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. 

Sebagai komitmen untuk mendukung kebiasaan sehat sejak dini, Yayasan WINGS Peduli juga secara rutin menyalurkan produk pendukung kesehatan tubuh dan lingkungan pada anak, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Elvieda Sariwati, M. Epid, menyambut baik kegiatan edukasi yang Yayasan WINGS Peduli lakukan. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Yayasan WINGS Peduli, dalam upaya membangun kesadaran masyarakat. Pengelolaan sampah yang bertanggungjawab menjadi salah satu kunci meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, yang diharapkan dapat mendukung “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju” yang sejalan dengan tema HKN di tahun 2023,”kata Elvieda Sariwati. 

Penumpukan sampah di lingkungan hidup masyarakat mengundang banyak kuman, termasuk parasit, virus, dan bakteri, yang dapat memicu berbagai penyakit. Data WHO di tahun 2019 menunjukkan, satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah diare, yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran cerna (Databoks.Katadata.co.id, 2023). Adapun berbagai penyakit lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh penumpukan sampah adalah Hepatitis A, disentri, salmonellosis atau infeksi bakteri pada usus, pes, demam berdarah, kolera, dan amoebiasis atau diare turis.

Pada zona Anak dalam Ayo Sehat Festival 2023, Yayasan WINGS Peduli menyelenggarakan pertunjukan dongeng sambil bernyanyi bersama ratusan anak-anak, dengan tema pengelolaan sampah. Dikisahkan seorang anak yang mengalami sakit akibat gunungan sampah di sekitar rumahnya. Dalam kegiatan tersebut, Yayasan WINGS Peduli menyisipkan dampak dari penumpukan sampah, pentingnya memilah sampah berdasarkan kategori, dan memperkenalkan Bank Sampah sebagai organisasi yang dapat menukarkan sampah terpilah dengan uang. Kegiatan ditutup dengan game interaktif mengenai pemilahan sampah. 

Program ini merupakan lanjutan dari kampanye #PilahDariSekarang, yang telah Yayasan WINGS Peduli gelar sepanjang tahun 2023. Dalam kampanye ini, Yayasan WINGS Peduli melakukan berbagai kolaborasi untuk mengedukasi masyarakat mengenai tiga langkah awal pengelolaan sampah, yakni Kenali, Pilah, dan Setor. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 15 ribu masyarakat dari berbagai generasi, termasuk anak-anak, yang telah diedukasi secara langsung. 

Sheila Kansil, perwakilan Yayasan WINGS Peduli menuturkan bahwa anak-anak merupakan target penting untuk memulai kebiasaan baik melalui kampanye #PilahDariSekarang. “Kami meyakini, kesadaran mengelola sampah yang dimulai dengan memilahnya berdasarkan kategori, merupakan kunci perubahan perilaku yang perlu diajarkan sejak dini. Harapannya ketika pulang ke rumah, anak-anak ini dapat mengingatkan orang tuanya dan menerapkan kehidupan sehari-hari mengenai pengelolaan sampah sederhana ini saat dewasa nanti,” ungkap Sheila Kansil. 

Yayasan WINGS Peduli juga secara konsisten menyalurkan sejumlah makanan, minuman, serta produk pendukung sanitasi sehat, untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk menanggulangi permasalahan stunting yang menjadi agenda pemerintah. Di sepanjang tahun ini, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Yayasan WINGS Peduli telah menyalurkan belasan ribu produk kepada anak-anak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jabodetabek dan Nusa Tenggara Timur. 

Berbagai upaya ini merupakan komitmen Yayasan WINGS Peduli di bidang #WINGSPeduliKesehatan dan #WINGSPeduliLingkungan, yang selaras dengan filosofi perusahaan bahwa the good things in life should be accessible for all. 

NASIONAL

Kunjungi Indonesia, Grand Syekh Al Azhar Bawa Pesan Toleransi dan Moderasi

Published

on

FEM Indonesia – Lawatan Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb selama empat hari di Indonesia membawa pesan penting bagi warga bangsa, yaitu toleransi dan moderasi. 

Hal ini disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas usai melepas kepulangan Grand Syekh ke Mesir di Bandara Soekarno Hatta Banten, pada Jumat (12/7/2024) dini hari. 

“Ini membawa pesan baik bagi seluruh warga bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Bahwa jalan tengah ini dapat menjadi pilihan bagi kita untuk membangun hubungan antarumat manusia,” kata Menag. 

Kepada Menag, Grand Syekh mengaku senang dan puas bisa berkunjung ke Indonesia karena mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia, tidak hanya muslim tapi juga umat dari berbagai agama. Selama di Jakarta, Grand Syekh juga bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Pertahanan yang juga Presiden Indonesia Terpilih Prabowo Subianto, serta tokoh agama, serta banyak ulama dan cendekiawan di Indonesia.

Momentum kehadiran Grand Syekh beserta delegasi juga dimanfaatkan Kementerian Agama untuk meresmikan Markaz Tathwir cabang Indonesia. Lembaga ini akan membantu calon mahasiswa yang ingin belajar ke Al Azhar, Kairo, Mesir.

“Lembaga ini nantinya akan memberi kepastian dan kemudahan, khususnya bagi anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Kita sudah siapkan tempatnya di Ciawi Bogor. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat dimanfaatkan,” terang Menag.

Hadir mendampingi Menag, Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo dan Adung Abdul Rohman. 

Diketahui, lawatan Grand Syekh di Indonesia berlangsung selama empat hari, 8 – 11 Juli 2024. Selain bertemu dengan Presiden dan Wakil Presiden, Grand Syekh juga bertemu dengan pimpinan ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah, termasuk mengunjungi Pesantren Darunnajah di Ulujami, Jakarta Selatan. 

Continue Reading

NASIONAL

Rakyat Indonesia Percayakan BAZNAS Sumbangkan 32 Miliar untuk Palestina Melalui Grand Syekh Al-Azhar

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Indonesia diwakili Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyerahkan sumbangan kemanusiaan untuk Palestina melalui Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb sebesar 2.000.000 dolar AS atau sekitar lebih dari Rp32 miliar.

Sumbangan ini nantinya akan disalurkan melalui lembaga Bayt Zakat Wa As-Shadaqat. Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir adalah lembaga zakat resmi Mesir yang terpercaya, juga merupakan lembaga di bawah naungan Grand Syekh Al-Azhar, dan memiliki banyak akses internasional. 

Simbolisasi penyerahan digelar di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/7/2024) yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, serta Musytasyar Grand Syaikh Al-Azhar untuk Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Prof. Dr. Sahr Nasr. 

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Mesir dan Grand Syekh Al-Azhar atas kerja samanya membantu BAZNAS dalam menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina. 

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah disalurkan ke Gaza selama ini sehingga BAZNAS juga dapat dipercaya oleh masyarakat di Indonesia,” ucapnya. 

Ia uga mengucapkan terima kasih karena selama ini apa yang dilakukan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat banyak memberikan dorongan bagi masyarakat Indonesia untuk membantu masyarakat Gaza, Palestina. 

“Kami juga berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dalam bentuk kerja sama lainnya dalam rangka untuk kesejahteraan umat,” jelas mantan anggota DPR RI ini sumringah.

Kiai Noor menambahkan, dalam kesempatan ini pihaknya menitipkan bantuan dari rakyat Indonesia untuk Palestina sebesar 2 juta dolar AS. Sebelumnya, telah menyalurkan bantuan melalui Bayt Zakat Wa As-Shadaqat sebesar 1,3 juta dolar AS, sehingga tota bantuan yang disalurkan sebesar 3,3 juta dolar AS. 

Sementara itu, Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS atas kerja samanya selama ini dengan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir. 

“Saya mengikuti betul aktivitas BAZNAS, dan saya sangat mengapresiasi upaya-upayanya terutama dalam membantu mahasiswa dan pelajar Palestina yang ada di Al-Azhar bahkan kami juga memberikan kepada pelajar dan mahasiswa Palestina di Mesir yang berada di luar Universitas Al-Azhar,” ungkapnya.

Sejak November 2023, BAZNAS telah menyalurkan bantuan sebesar Rp55.735.152.395 pada masa darurat. BAZNAS juga melakukan penyaluran bantuan bekerja sama dengan berbagai pihak di antaranya, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kedutaan Besar Indonesia di Mesir, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Women’s Center Althouri Silwan (Palestina), Egyptian Red Crescent (Mesir), Mishr Al Kheir (Mesir), serta Bayt Zakat Wa As-Shadaqat (Mesir). 

Adapun bantuan yang disalurkan tersebut telah diterima oleh 349.501 orang di Gaza, Palestina, dan angka tersebut masih akan terus bertambah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, MSi, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc, MA, serta Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat MSi. 

Continue Reading

NASIONAL

Gandeng Manchester City dan Rumah Cemara, Midea Edukasi Pemuda Tentang Bola dan Kepemimpinan

Published

on

FEM IndonesiaMidea dengan bangga mengumumkan pelaksanaan fase terbaru dari inisiatif komunitas sepak bola global di Bandung, Indonesia. Bekerja sama dengan Manchester City dan Rumah Cemara, inisiatif ini terus mengedukasi pemuda tentang sepak bola, kepemimpinan, dan keberlanjutan.

Selain mengedukasi masyarakat, Midea juga menyumbangkan 50 peralatan rumah tangga ke pihak Rumah Cemara yang telah membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan amanbagi “Young Leaders” dan seluruh pihak yang terlibat dalam sesisepak bola ini.

Hal ini juga didukung oleh badan amal klub Manchester City, City in the Community (CITC), dengan program yang diselenggarakan oleh 2 pelatih Manchester City dan 30 Young Leaders yang dilatih untuk mendorong generasi yang lebih aktif.

Untuk menandai inisiatif terbaru sepak bola, Midea menyelenggarakan acara di pusat pelaksanaan Rumah Cemara yang menampilkan upacara pembukaan dan penampilan daripemain sepak bola freestyler setempat. 

Hafizh Maulana, Head of Marketing Communication, Midea Indonesia, memaparkan bahwa Midea Global telah menjadi mitra Manchester City sejak tahun2020 dan tahun ini Midea berkolaborasi untuk pertama kalinyadengan kegiatan Young Leaders ini. Dan pada tahun 2024 Manchester City dan Midea Global juga berpartisipasi dalam kegiatan komunitas sepakboladi dua negara, yaitu Brazil dan Indonesia.

“Selain memberikan pelatihan keahlian bagi mereka, Manchester City juga memberikan peralatan sepak bola untukdigunakan selama kegiatan tersebut berjalan” ujar HafizhMaulana dalam keterangan siaran persnya, Selasa (9/7/2024).

Rumah Cemara memiliki program Divisi Sport for Development melalui kegiatan sepak bola yang bertujuan untuk perubahansosial. Selain kegiatan amal Midea untuk komunitas sepak bola, hal ini juga membentuk terjalinnya kerjasama yang baik dengan Manchester City.

“Sebelum Young Leaders Festival diadakan, telah dilaksanakan pelatihan selama 3 hari dari Kamis hingga Jumat, ada pelatihandari Pelatih Manchester City yang datang langsung ke Bandung dan mereka memberikan sesi materi pelatihan untuk para pelatihmuda. Program Young Leaders dari Rumah Cemara ini akan disalurkan kepada mitraatau komunitas untuk dapat melatih pemain sepak bola pemulaatau anak-anak,” terang Shilpi dari Rumah Cemara.

Selain pelatihan teknis, tambah Shilpi, Rumah Cemara juga menyisipkan isu-isu sosial ke dalam fun football seperti HIV Aids, bullying, kesetaraan gender, dan isu lingkungan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending